Asian Games 2018

Kementerian PU-PERA Akan Renovasi Track Stadion Madya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) ingin meningkatkan Stadion Madya menjadi klas 1 standar IAAF.

Kementerian PU-PERA Akan Renovasi Track Stadion Madya
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Atlet 100 meter lari gawang putri pemegang medali emas Sea Games 2012, Dedeh Erawati, berlatih di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (13/6/2014). Dedeh sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan atletik Malaysia Open 2014, akhir Juni mendatang. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persiapan Indonesia selaku tuan rumah ajang olahraga akbar Asian Games 2018 terus dilakukan, terutama soal venue (tempat pelaksanaan). 

Sebelumnya, pada 14 April 2016, Wakil Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA), Wei Jizhong sempat meninjau langsung sejumlah lokasi fasilitas, infrastruktur, dan venue termasuk Stadion Madya untuk pertandingan atletik.

Jizhong menilai Stadion Madya belum layak karena alasan kondisi serta keterbatasan jumlah tempat duduk penonton yang seharusnya sanggup menampung 10.000 penonton.

Dia memberikan saran supaya pertandingan atletik dihelat di track Stadion Utama GBK, Senayan.

Namun, Kemenpora dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) membuat rencana awal pertandingan atletik dilaksanakan di Stadion Madya agar venue tersebut berfungsi secara maksimal.

Apalagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) ingin meningkatkan Stadion Madya menjadi klas 1 standar IAAF.

Karenanya, Kemenpora dan PASI sangat berharap pertandingan atletik tetap dihelat di Stadion Madya.

Jizhong sempat melakukan penolakan atas usulan itu sebab masalah daya tampung penonton yang tak memadai, tapi dia tetap memberi izin asalkan disetujui oleh Sekjen Asosiasi Atletik Asia, Maurice Nicholas.

Walhasil, sejak Selasa 19 April kemarin, Nicholas langsung datang ke Jakarta untuk melakukan asessmen terhadap Stadion Madya.

Nicholas justru menilai Stadion Madya layak untuk menjadi venue pertandingan atletik ajang Asian Games, tapi akan lebih baik lagi jika direnovasi.

Dan berikut hasil keputusan Dirut GBK, Deputi IV Kemenpora, perwakilan Satgas Kementerian PU PERA, PASI, KOI, KONI dan IAI usai melakukan pertemuan di kantor GBK, Rabu 20 April 2016, dikutip dari laman resmi Kemenpora:

1. Kementerian PU-PERA akan merenovasi track Stadion Utama dan Stadion Madya dengan sertifikat klas 1 IAAF.

2. Maurice Nicholas menyatakan bahwa Stadion Madya layak digunakan untuk tempat perlombaan Asian Games, karena lintasannya memiliki serifikat klas 2 IAAF dan berkali-kali menjadi tempat kejuaraan Asia, dengan catatan melakukan renovasi sesuai dengan persyaratan.

3. Kemenpora dan KOI akan mempertimbangkan dalam rapat koordinasi komite tentang rekomendasi Maurce Nicholas untuk kemungkinan pelaksanaan perlombaan atletik di Standion Maya.

4. Renovasi lapangan atletik untuk pemanasan baik di Stadion Madya maupun di Lapangan D belum dianggarkan oleh Kementerian PU PERA.

Penulis: Reynas Abdila
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved