Breaking News:

Zainal Abidin: Evaluasi Segera Untuk Pencapaian Lebih Baik di Asian Games 2018

Kontingen Olimpiade Indonesia kembali dari Rio De Janeiro, Brasil, dengan perolehan satu medali emas dan dua perak (1-2-0) dari 28 atlet di tujuh caba

ist
Zainal Abidin 

TRIBUNNEWS, COM. JAKARTA - Kontingen Olimpiade Indonesia kembali dari Rio De Janeiro, Brasil, dengan perolehan satu medali emas dan dua perak (1-2-0) dari 28 atlet di tujuh cabang olahraga.

Satu medali emas digapai oleh pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari bulutangkis ganda campuran.

Dua medali perak disumbangkan oleh lifter putri Sri Wahyuni Agustiani dan lifter putra Eko Yuli Irawan, masing-masing dari angkat besi kelas 48 kg dan 62 kg. Duet Tontowi/Liliyana Natsir memperoleh medali emasnya tepat di perayaan HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni 17 Agustus 2016.

"Kontribusi medali emas dari Owi/Butet sungguh membanggakan, sangat bersejarah pula," ungkap DR.dr.H.Zainal Abidin, DSM, Internist, Sp.GK, Wakil Ketua Bidang Litbang KONI Pusat.

Dengan menggapai 1-2-0 set medali itu, kontingen Indonesia menempati posisi ke-46 dalam klasemen akhir perolehan medali. Untuk level Asia, kontingen Indonesia berada di urutan ke-10, di bawah China (26-18-26), Jepang (12-8-21), Korsel (9-3-9), Uzbekistan (4-2-7), Kazakhstan (3-5-9), Iran (3-1-4), Korea Utara (2-3-2), Thailand (2-2-2), dan Azerbaijan (1-7-10). Untuk tingkatan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), Indonesia berada di urutan kedua setelah Thailand (2-2-2), Vietnam (1-1-0), Singapura (1-0-0), Malaysia (0-4-1), Filipina (0-1-0).

Zainal Abidin meyakini, ‎proyeksi pencapaian kontingen Olimpiade Indonesia di Olimpiade 2016 Rio De Janeiro tentunya sudah diperhitungkan oleh Satlak Prima sebagai penanggungjawab pembinaan atlet Tanah Air di multi-event regional dan global.

Untuk itu, kata Zainal Abidin yang sebelumnya menjabat Kabid Sports Science & IPTEK Olahraga KONI Pusat, Satlak Prima tentunya juga harus memperhitungkan proyeksi pencapaian prestasi atlet Indonesia di SEA Games 2017 Kuala Lumpur dan Asian Games 2018, di Indonesia.

"Dari Rio, pasti ada evaluasi menyeluruh. Bulutangkis dan angkat besi tetap akan menjadi cabor andalan di multievent yang akan dihadapi, baik SEA Games, Asian Games atau bahkan Olimpiade 2020," jelas Zainal Abidin.

Kata Zainal, yang lama belajar di Jerman untuk menjadi pakar di bidang sports-science itu, tantangan lebih berat ada di Asian Games 2018 karena digelar di negeri sendiri.

"Mestinya kita tak sekadar puas berada di posisi ke-10 diantara negara-negara Benua Asia di Olimpiade 2016 ini," harap Zainal Abidin, yang antara lain pernah menggelar seminar "Hubungan Olahraga & Kardiovaskuler, Penerapan IPTEK Olahraga & Intensitas Latihan", dalam rangka persiapan pelatnas Asian Games 2018. tb

Penulis: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved