Breaking News:

Yudi Suyoto "Pendekar Olahraga Senior" yang Putuskan Turun Gunung lagi

Bulan depan Jakarta punya dua hajat akbar yang sama-sama penting. Pertama, pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2021

Editor: Toni Bramantoro
ist
Yudi Suyoto dan Nurali 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bulan depan Jakarta punya dua hajat akbar yang sama-sama penting. Pertama, pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2021 yang akan dilaksanakan pada 19 April.

Dua pasangan cagub/cawagub akan bertarung pada putaran kedua Pilkada DKI itu, yakni duet Basuki Tjahaja Purnama/Djarot Syaiful Hidayat dan Anies Baswedan/Sandiaga Salahuddin Uno.

Hajat yang kedua memang tidak secara langsung berhubungan dengan konstelasi perebutan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2021 itu. Ini adalah perebutan kursi ketua umum KONI DKI Jakarta untuk periode yang sama, 2017-2021.

Kursi ketua umum KONI DKI Jakarta untuk lima tahun kedepan itu akan diperebutkan melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI DKI Jakarta yang digelar 29 April mendatang, atau 10 hari setelah pertarungan Ahok/Djarot vs Anies Baswedan/Sandiaga Uno.

Sejauh ini, untuk perebutan kursi "KONI DKI Jakarta-1" itu baru dua calon yang akan bertarung. Yakni, Raja Sapta "Eyi" Ervian dan Yudi Suyoto. Eyi adalah petahana, yang menduduki jabatannya selama 2,5 tahun sebagai pengganti dari ketua umum sebelumnya, Winny Erwindia.

Sementara, Yudi Suyoto bisa disebut sebagai "pendekar olahraga senior" yang memutuskan untuk turun gunung lagi.

Yudi Suyoto, kini 65 tahun, menghabiskan lebih dari separuh usianya dengan mengabdi di olahraga. Ia pernah menjadi Kadispora DKI Jakarta. Memegang jabatan stratagis di beberapa kepengurusan cabor, termasuk di senam, basket, dan bulutangkis.

"Saya juga pernah menjadi sekjen PB PBSI sementara sebagai pengganti Pak MF.Siregar (almarhum) yang saat itu sedang sakit," papar Yudi Suyoto, Rabu (22/3) sore di kawasan Kuningan, Jaksel.

Ia juga lama mengabdi di kepengurusan KONI DKI Jakarta, memegang jabatan penting dari sekum hingga ketua harian, masing-masing dibawah kepemimpinan Kusnan Ismukanto dan Fauzi Bowo.

Di masa itu hubungan antara pimpinan KONI DKI Jakarta dengan pemerintah daerah (kini provinsi) amat baik, harmonis.

"Tidak seperti sekarang, pimpinan KONI DKI Jakarta tidak punya hubungan baik dangan Pemprov, juga DPRD," seru DR.Nurali, salah satu pimpinan timses Yudi Suyoto.

Walaupun olahraga tidak boleh dihubungkan dengan politik, namun secara langsung dan tidak langsung kepemimpinan KONI DKI Jakarta akan sangat tergantung dengan siapa yang akan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 19 April mendatang. tb

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved