Selasa, 21 April 2026

Ini Penjelasan Ketua Inasgoc Soal Pengurangan Cabor di Asian Games 2018

Menurut Erick, pengurangan cabang olahraga itu bagian dari efisiensi dimana akan menghemat anggaran.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) didampingi Menko PMK Puan Maharani (keempat kiri), Mensesneg Pratikno (ketiga kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (ketiga kanan), Ketua Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) Erick Thohir (kedua kanan), dan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (kanan) meninjau proses renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta, Minggu (26/3/2017). Wapres Jusuf Kalla meninjau langsung proses renovasi veneu yang ditargetkan selesai pada Oktober 2017 untuk Asian Games 2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Inasgoc, Erick Thohir menjelaskan mengapa cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 sampai dikurangi.

Menurut Erick, pengurangan cabang olahraga itu bagian dari efisiensi dimana akan menghemat anggaran. 

Selain itu‎ dikatakatannya, cabang-cabang olahraga yang dikurangi dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah yang‎ tidak populer di Indonesia.

"Cabor-cabor yang dikurangi adalah yang tidak populer, olahraga yang tidak hasilkan medali," kata Erick di ruang rapat Komisi X, Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/3/2017).

Sebelumnya, ada sebanyak 42 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Asian Games 2018. Namun, baru-baru ini pemerintah akan mengurangi cabor menjadi 36 cabang.‎

Dikatakan Erick, cabang-cabang olahraga yang ongkos pengadaan venue-nya mahal dan lagi pula tidak berpeluang‎ hasilkan medali untuk Indonesia juga akan dikurangi.

"Seperti rugby, itu akan kita kurangi. Tapi kita kembalikan ke OCA," ujarnya.‎


‎‎

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved