Olahraga Lari Saat Malam Rupanya Bisa Ganggu Tidur
Apakah berolahraga pada malam hari tepat? Ternyata berolahraga di malam hari sangat tidak dianjurkan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kita tentu kerap dihadapkan pada kepadatan jadwal kegiatan sehari-hari.
Oleh sebab itu, kita cenderung berolahraga saat malam hari setelah aktivitas sehari-hari rampung.
Apakah berolahraga pada malam hari tepat? Ternyata berolahraga di malam hari sangat tidak dianjurkan.
Olahraga di malam hari terutama tidak sesuai dengan manusia karena pada dasarnya manusia adalah makhluk hidup yang aktif saat siang hari. Jika dilakukan, maka olahraga justru bisa berdampak negatif bagi tubuh kita.
"Tumbuhan mengeluarkan oksigen di siang hari, sedangkan di malam hari mengeluarkan karbon dioksida. Saat berlari, kita butuh oksigen," ujar dr. Sapto Adji, Sp.OT kepada Tribunnews.com.
Di satu sisi berolahraga di malam hari memang terasa nyaman. Kondisi udara yang tidak terlalu panas saat malam hari membuat tubuh terasa nyaman saat berolahraga.
Namun demikian, berolahraga di malam hari ternyata berdampak pada pola tidur kita. Menurut dr. Sapto Adji, Sp.OT, kita dianjurkan membatasi aktivitas fisik dua jam sebelum tidur.
Misalnya, kita tidur pukul 22.00, maka sejak pukul 20.00 kita sudah berhenti melakukan aktivitas fisik. Tujuannya adalah supaya denyut jantung kita kembali ke denyut jantung normal.
"Kalau kita selesai berlari, denyut jantung masih kencang dan dampaknya ketika kita akan tidur, denyut jantung masih belum stabil dan justru membuat kita jadi tidak bisa tidur, gelisah, atau tertidur karena keletihan," tutur ahli bedah ortopedi dari Rumah Sakit Premier Bintaro itu.
"Kualitas tidur tidak baik bisa berakibat mimpi buruk, tidur tidak pulas," imbuh dr. Sapto Adji, Sp.OT.
Tubuh kita membutuhkan segitiga sama sisi yang harus terpenuhi dan seimbang. Segitiga itu melibatkan makan, istirahat, dan olahraga. Keseimbangan tiga hal tersebut berpengaruh pada tubuh kita.
Contohnya seperti ini. Tanpa makan, kita tidak bisa berolahraga. Selain itu, jika kita berolahraga secara berlebihan, maka pola istirahat kita akan terpengaruh. Pola makan kita juga terkena dampaknya.
"Hidup itu harus dalam keseimbangan supaya tujuan kita menjadi sehat terpenuhi. Dari segitiga itu kita mencari kualitas hidup yang baik," ujar dr. Sapto Adji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/berlari-dengan-jaket_20150204_200036.jpg)