Rabu, 8 April 2026

Demi Jojo Agar Bisa Makan di Rumah Makan Padang, Pria Ini Rela Menahan Lapar

Ayah Pebulu Tangkis Jonatan Christie alias Jojo, Andreas Adi Siswa buka-bukaan soal perjuangan Jojo menjadi atlet nasional

Editor: ade mayasanto
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie saat melawan pemain Chinese Taipei, Chou Tien Chen pada final perseorangan putra bulutangkis Asian Games 2018, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). Jonatan Christie berhasil merebut emas setelah mengalahkan pemain Chinese Taipei, Chou Tien Chen, 21-18, 20-22, 21-15. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM - Ayah Pebulu Tangkis Jonatan Christie alias Jojo, Andreas Adi Siswa, mengungkapkan curhatannya sebelum sang anak menjadi atlet terkenal seperti saat ini.

Jojo kini menjadi terkenal dan digemari banyak perempuan berkat prestasinya meraih medali emas bulu tangkis tunggal putra di ajang Asian Games 2018.

Andreas mengatakan, ia rela tidak makan demi memberikan Jojo asupan gizi yang baik.

Pasalnya, berprofesi sebagai atlet membuat Jojo harus membutuhkan makanan bergizi.

"Waktu Jojo belum di Pelatnas, dimana Jojo baru pulang dari latihan dan saya cuma punya uang Rp 120 ribu," akunya dikutip dari kanal YouTube Trans 7 Official pada Senin (10/9/2018).

"Karena Jojo harus makan banyak, kita masuk ke rumah makan Padang," sambungnya.

Kala itu, Andreas mengaku, membelikan Jojo sebanyak 2 ayam, 1 daging dan telur yang harganya sesuai dengan uang yang dimiliki.

Andreas menegaskan, Jojo sempat menanyakan mengapa dirinya tidak ikut makan.

Ia pun menyatakan kepada Jojo kalau dirinya sudah kenyang.

Meski demikian, ternyata Andreas berusaha menahan rasa laparnya.

"Padahal hati saya lapar banget tapi demi Jojo, saya bilang udah kenyang," tuturnya.

Baca Selengkapnya di Halaman Berikut >>>

Sumber: TribunJakarta
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved