Petuah Bijak Vladimir Putin Saat Khabib Nurmagomedov Minta Maaf Tak Bisa Kendalikan Emosi

Presiden Rusia, Vladimir Putin akhirnya mengundang sang pahawan Rusia di ring UFC, Khabib Nurmagomedov, untuk bertemu dirinya, Rabu (10/10/2018).

Petuah Bijak Vladimir Putin Saat Khabib Nurmagomedov Minta Maaf Tak Bisa Kendalikan Emosi
Sputnik / Mikhail Klementyev via Russia Today
Vladimir Putin saat bertemu Khabib Nurmagomedov dan ayahnya, Abdulmanap Nurmagomedov. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin akhirnya mengundang sang pahawan Rusia di ring UFC, Khabib Nurmagomedov, untuk bertemu dirinya, Rabu (10/10/2018).

Undangan istimewa dari Putin ini disampaikan setelah pertarungan penuh drama antara Khabib Nurmagomedov dan Conor McGregor di Las Vegas.

Vladimir Putin sendiri bertemu dengan Khabib Nurmagomedov di Kota Ulyanovsk.

Baca: Di Depan Ribuan Pendukung, Khabib Nurmagomedov Ungkap Doanya Sebelum Kalahkan Connor McGregor

Dalam pertemuan itu, Khabib langsung meminta maaf atas aksinya setelah laga, di mana dia mengamuk dan mengejar kru Conor McGregor karena terprovokasi.

Khabib Nurmagomedov kembali mengakui, dia mengamuk karena terprovokasi ucapan kubu lawan yang menghina agama, ayah, dan rakyat Dagestan, Rusia.

Mendengar permintaan maaf Khabib Nurmagomedov, Vladimir Putin memaklumi hal itu.

Tapi Putin juga memberikan nasehat pada Khabib Nurmagomedov.

Menurut Putin, semua orang Rusia pasti juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Khabib Nurmagomedov.

"Jika kita diprovokasi dari luar arena, tak hanya kamu, kita semua juga akan melompat (ke luar ring) dan melakukan hal yang sama.... dan mereka akan menanggung sebuah kengerian,"

"Tapi, ada baiknya bila kita bisa menahan diri dan tak sampai melakukan tindakan tersebut," ujar Putin.

Russia Today menulis, setelah mendengar petuah Putin ini, Khabib Nurmagomedov dan ayahnya, Abdulmanap, tersenyum dan menganggukkan kepala.

Putin pun berseloroh, dia akan memaksa ayah Khabib, yakni Abdulmanap Nurmagomedov, untuk tidak memberikan hukuman terlalu berat karena aksi mengamuknya itu.

"Aku akan minta ayahmu, agar tidak memberi hukuman terlalu berat kepadamu, karena kamu sudah menyelesaikan tugas utamamu, dengan baik dan meyakinkan," kata Putin kepada sang pahlawan baru rakyat Dagestan itu.

Efek Putin

Vladimir Putin menjadi sosok yang disegani baik oleh Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov.

Sebelumnya, di Piala Dunia Rusia, Conor McGregor sempat senang bukan kepalang saat diundang Putin bertemu dengannya sekaligus nonton Piala Dunia.

McGregor begitu membanggakan pertemuan ini.

Saking bangganya, pertemuan dengan Putin digunakannya sebagai psywar untuk mengolok-olok Khabib Nurmagomedov.

Dia menyebut, Khabib Nurmagomedov tak punya sopan santun tidak menghargai dirinya, seorang sahabat Vladimir Putin.

McGregor mungkin tak menyadari, pada saat yang sama, Khabib Nurmagomedov saat itu sebenarnya juga diundang oleh Putin di stadion yang sama.

Ayah Khabib Memaafkan

Conor McGregor sebelumnya juga pernah menghina dan merendahkan ayah dari Khabib Nurmagomedov, Abdulmanap Nurmagomedov.

McGregor pernah menyebut Abdulmanap Nurmagomedov sebagai sosok yang bau.

Kejadian itu berlangsung pada Agustus 2018.

Petarung asal Irlandia itu pernah mengunggah pesan di akun Instagramnya untuk ayah Khabib.

Dalam unggahannya itu, McGregor mengatakan, Abdulmanap memiliki rasa hormat palsu seperti sang anak.

"Aku bisa melihatmu. Meringkuk dibalik kehormatan palsu. Sama seperti anak tengahmu (Khabib). Pengecut yang gemetar)," tulis McGregor dalam unggahannya.

Bukannya tersulut emosi dan marah, ayah Khabib malah mengirim pesan yang mengharukan pada McGregor.

Pesan tersebut ia kirim melalui unggahan di akun Instagramnya.

Abdulmanap Nurmagomedov mengunggah foto anaknya ketika akan berduel dengan McGregor.

Dalam unggahan itu pun, Abdulmanap menuliskan pesan yang menyentuh kepada McGregor.

Berikut pesan Abdulmanap kepada McGregor:

"Assalamualaikum semua. Saya memaafkan Conor McGregor, semua itu terjadi di masa lalu.

Penting untuk menganalisa semua yang telah terjadi dan belajar dari pengalaman.

Setelah berbicara dengan orang sebangsaku yang bijaksana, mereka memutuskan untuk pindah ke hal yang lain. Saya harap ini adalah berkah. Insha Allah." (*)

Penulis: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved