Pordasi Lanjutkan Program: Equestrian di Parongpong dan Pacuan di Pangandaran

Kepengurusan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) pimpinan H.Mohammad Chaidir Saddak, MBA, tak pernah surut menggelar program

ist
Noviardi Sikumbang (kanan) dan Eddy Saddak (kiri) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepengurusan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) pimpinan H.Mohammad Chaidir Saddak, MBA, tak pernah surut menggelar program kegiatannya.

Dua kegiatan berkuda segera digelar kembali, yakni Kejuaraan Equestrian Indonesia Rider Cup 2019 HUT Detasemen Kavaleri Berkuda ke-66 dan Kejuaraan Pacuan Pertiwi Cup 2019.

Event pertama dilangsungkan pada Jumat hingga Minggu (22-24/3/2019) di Denkavkud Parongpong, Kabupaten Bandung, sementara event kedua diselenggrakan Sabtu (6/4) mendatang di Gelanggang Pacuan Kuda Pantai Indah Legok Jawa , Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangdaran, Jabar.

Yang disebut pertama adalah kejuaraan Berkuda Ketangkasan sementara yang kedua berkuda pacuan. Kedua event ini menjadi bagian tak terpisahkan dari program kegiatan sekaligus pembinaan rider, atlet dan kesinambungan keberhasilan peternakan kuda yang terus digairahkan oleh PP Pordasi.

Sebelumnya, kejuaraan berkuda ketangkasan bersifat nasional diselenggarakan di Jakarta International Equestrian Park Pulomas, salah satu lahan equestrian terbaik di Asia yang pada 2018 menjadi venues dari kompetisi berkuda Asian Games XVIII.

Untuk pacuan, baru saja dilangsungkan Kejuaraan Pacuan Tingkat Nasional 'Piala Tiga Mahkota' Seri-1 di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Salatiga, Jateng.

"Adanya kesinambungan program kegiatan ini tentunya tak terlepas dari kepemimpinan pak Eddy Saddak," ungkap Noviardi Sikumbang, Sekretaris Komisi Pacuan PP Pordasi, Kamis (21/3/2019).

Noviardi Sikumbang menjelaskan, agenda kegiatan berkuda pacuan setiap tahunnya padat, mencapai 20-an event yang sebagian besar berskala nasional. Itu tak termasuk kejuaraan-kejuaraan yang bersifat lokal yang banyak digelar di daerah-daerah.

Maraknya kegiatan pacuan tersebut, kata Noviardi Sikumbang, tentunya sekaligus menjadi barometer dari keberhasilan program peternakan kuda di berbagai daerah yang memang terus digalakkan oleh PP Pordasi.

Sementara itu, untuk kegiatan equestrian atau berkuda ketangkasan, memang tak sepadat berkuda pacuan. Kendati lebih sedikit, akan tetapi event berkuda ketangkasan tak kalah penting sebab menjadi bagian dari proses pembinaan atlet atau rider untuk ditampilkan di event-event regional dan internasional.

Event-event nasional equestrian menjadi strategis karena akan menjadi saringan untuk pembentukan tim nasional yang diterjunkan baik di single-event dan multi-event regional dan global, seperti halnya di Asian Games XVIII-2018 dan kompetisi equestrian SEA Games 2019 mendatang.

"Tentunya kita berharap di kompetisi equestrian SEA Games 2019 di Filipina nanti tim nasional equestrian kita tampil memuskan dan memenuhi harapan," kata Noviardi Sikumbang, yang sudah puluhan tahun mengikuti perkembangan olahraga berkuda.

Berita Populer
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved