Indonesia Gelar Kejuaraan Renang Master Internasional di Stadion Akuatik

Kejuaraan ini akan diikuti sekitar 400 perenang dari berbagai negara di Asia Tenggara dan diikuti pula oleh perenang-perenang dari di luar Asia.

Indonesia Gelar Kejuaraan Renang Master Internasional di Stadion Akuatik
Tribunnews/Abdul Majid
(ki-ka) Ketua Panita, Wisnu Wardhana, eks perenang dunia asal USA Jason Lezak, Wakil Ketua PB PRSI Harlin Rahardjo, Pengurus Stadion Akuatik Rizal dan Technical Delegate Albert Susanto dalam konferensi pers 1st SEASF Masters Swimming Championship 2019, Rabu (27/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kesuksesan Indonesia dalam menyelenggarakan Asian Games tahun silam, berdampak pada kepercayaan federasi olahraga internasional untuk kembali menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah sebuah kejuaraan dunia.

Hal ini terlihat dari cabang olahraga renang, di mana Indonesia kini menjadi tuan rumah renang master internasional yang bertajuk 1st South East Asian Swimming Federation (SEASF) Masters Swimming Championship 2019.

Kejuaraan yang diperuntukkan bagi perenang-perenang senior (perenang yang sudah pensiun) itu akan diadakan di Stadion Akuatik, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 30-31 Maret 2019.

“Ini artinya publik percaya dengan kolam renang Stadion Akuatik yang sudah di renovasi dan punya standar internasional. Dengan banyaknya event internasional, maka ini juga mendukung usaha Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,” kata Harlin Rahadrjo, Wakil Ketua Umum PB PRSI di Stadion Akuatik, Senayan, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Baca: Daftar Lengkap Kenaikan Gaji PNS, TNI-Polri, Berlaku Mulai Januari 2019 dan Cair Sebentar Lagi

Hal serupa juga di sampaikan oleh Ketua Panita, Wisnu Wardhana yang juga turut hadir dalam acara konferensi pers 1st SEASF Swimming Master Championship 2019.

“Berangkat dari suksesnya Asian Games ini untuk menjaga momentum semakin mempopulerkan olahraga renang di masyarakat umum. Khususnya renang di masyarakat Indonesia yang memang dikenal sebagai negara bahari,” ujarnya.

Kejuaraan ini akan diikuti sekitar 400 perenang dari berbagai negara di Asia Tenggara dan diikuti pula oleh perenang-perenang dari di luar Asia.

“Pesertanya selain dari kawasan Asia, juga terbuka untuk umum. Artinya non Asia diperbolehkan mendaftar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” papar Wisnu.

Kategori yang dilombakan adalah usia 25-29 tahun, 30-34 tahun, 35-39 tahun, 40-44 tahun, 50-54 tahun, 55-59 tahun dan 60-64 tahun.

Sedangkan untuk nomor yang dipertandingkan adalah putra-putri gaya bebas, gaya punggung, gaya dada, gaya kupu-kupu semua melombakan mulai jarak 25 M, 50 M, 10 M.

Hanya gaya bebas yang ada jarak 200 M, lalu ada nomor 100 M gaya ganti. Estafet yang diperlombakan 4x25 M gaya bebas, 4x25 m gaya ganti, 4x25 M ganti campuran dan 4x25 M gaya bebas campuran.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved