MotoGP

Valentino Rossi Harus Rombak Personil Krunya di Tengah Kompetisi MotoGP 2019

Terus menurunnya performa Valentino Rossi pada paruh awal musim kompetisi MotoGP 2019 membuat pengamat balapan MotoGP, Carlo Pernat, angkat bicara.

Valentino Rossi Harus Rombak Personil Krunya di Tengah Kompetisi MotoGP 2019
as.com
Valentino Rossi 

Tampil payah, Rossi pun gagal menembus kualifikasi kedua (Q2) secara otomatis karena berada di luar posisi 10 besar pada FP3.

Alhasil, Rossi wajib menjalani kualifikasi kesatu (Q1) terlebih dahulu sebelum mengamankan tempat pada Q2.

Menanggapi penampilan Rossi tersebut, Carlo Pernat punya penilaian tersendiri.

Di mata eks manajer Andrea Iannone itu, masalah utama Rossi bukan terletak di motornya, melainkan kru timnya.

"Saya tidak melihat Rossi sudah berada di ujung kariernya, terutama jika melihat dia mampu meraih beberapa podium pada musim ini," kata Pernat.

Lebih lanjut, Pernat menyarankan Rossi untuk berani mengambil keputusan dalam merombak susunan timnya, terutama mendepak sang kepala kru, Silvano Galbusera.

Di mata Pernat, langkah itu penting dilakukan Rossi demi memberikan penyegaran dan cara pandang baru di tubuh timnya dalam menghadapi tantangan dari para rider muda yang kian kompetitif pada MotoGP 2019.

"Pada titik ini, saya menilai ini adalah masalah tim dan Valentino Rossi harus berpikir keras serta memutuskan apa yang harus dia lakukan," tutur Pernat.

"Keputusan ini memang akan menjadi sebuah keputusan yang sulit bagi Rossi, tetapi dia harus mengambil ini jika ingin mengembalikan kinerjanya seperti musim-musim sebelumnya," kata Pernat lagi.

Sejak debut di kelas utama premier, Valentino Rossi memang hanya memiliki dua kepala kru mekanik yakni Jeremy Burgess dan Silvano Galbusera.

Silvano Galbusera resmi menjadi kepala kru tim Rossi setelah menggantikan Jeremy Burgess yang mundur pada akhir musim 2013.

Sebelum mundur, kolaborasi Jeremy Burgess dan Valentino Rossi sukses menghasilkan tujuh gelar juara dunia kelas premier yakni pada musim 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, dan 2009.

Editor: Toni Bramantoro
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved