Keterpurukan Yamaha di MotoGP Gara-gara Perbedaaan Selera Mesin di Kedua Pembalapnya

Betulkah perbedaan selera mesin antara Valentino Rossi dan Maverick Vinales jadi salah satu faktor keterpurukan Yamaha di musim ini?

Keterpurukan Yamaha di MotoGP Gara-gara Perbedaaan Selera Mesin di Kedua Pembalapnya
MotoGP.com
Valentino Rossi 

TRIBUNNEWS.COM - Bisa dibilang saat ini Yamaha MotoGP sedang mengalami masa-masa sulit.

Jika diingat kembali, juara dunia MotoGP terakhir untuk Yamaha diraih oleh Jorge Lorenzo pada tahun 2015.

Lalu di tahun 2016 ada Valentino Rossi yang baru mampu duduk di runner up (posisi 2) akhir klasemen.

(Baca Juga: Hati-hati Ladies! 18 Persen Pelecehan Seksual Terjadi di Transportasi Online)

Berlanjut di 2017, Maverick Vinales saat itu hanya bisa mempersembahkan peringkat ke 3 klasemen di akhir musim, dan Rossi di peringkat 5.

Tahun 2018 pun belum berubah banyak, Rossi hinggap di posisi ke 3 klasemen akhir, sambil ditemani Maverick Vinales di posisi 4.

Pada musim 2019 ini pun ternyata bukan hal yang tak mungkin jika Yamaha kembali terpuruk walaupun masih ada 10 seri usai libur musim panas ini.

(Baca juga: Mau Mobil Bekas Harga Rp 40 Jutaan? Dapat Kia, Proton, Hyundai dan Daihatsu Tuh)

Hal tersebut bisa saja terjadi jika Yamaha belum bisa mengatasi permasalahan di tim pabrikan mereka, Monster Energy Yamaha MotoGP.

Bicara soal poin klasemen, saat ini Rossi terpaut 105 poin dari Marc Marquez, dan Vinales sendiri terpaut 100 poin.

HALAMAN SELANJUTNYA>>>

Editor: Ilham F Maulana
Sumber: Gridoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved