24 Atlet Junior Wushu Berlaga di Kejuaran Wushu Junior Asia 2019

Komitmen Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto dalam meningkatkan prestasi

24 Atlet Junior Wushu Berlaga di Kejuaran Wushu Junior Asia 2019
dik PB WI
24 Atlet Junior Wushu Berlaga di Kejuaran Wushu Junior Asia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komitmen Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto dalam meningkatkan prestasi olahraga wushu tidak perlu diragukan.

Hal ini bisa dilihat dengan diterjunkannya 24 atlet junior wushu Indonesia pada Kejuaran Wushu Junior Asia yang akan digelar di Brunai Darussalam, 16 - 23 Agustus 2019.

"PB WI sangat paham persaingan prestasi di Asia dan dunia ke depan akan semakin ketat. Makanya, kita terus meningkatkan pembinaan prestasi atlet junior dengan tujuan menjaga jurang prestasi atlet senior dan junior. Mereka itu kan butuh pengalaman bertanding di tingkat internasional makanya diterjunkan pada Kejuaran Wushu Junior Asia," ungkap Sekjen PB WI, Ngatino hari Rabu lalu.

Ya, wushu memang menjadi salah satu cabang olahraga andalan Indonesia yang rutin menyumbangkan medali pada SEA Games maupun Asian Games.

Terakhir, wushu menyumbangkan satu mdali 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu.

Medali emas dipersembahkan Ratu Wushu Indonesia, Lindswell Kwok dari nomor Taiquan dan Taijijian.

Perak disumbangkan atlet muda Marvelo Edgar Xavier pada nomor cangquan putra.

Kemudian, perunggu masing-masing dipersembahkan Ahmad Hulaefi nomor daoshu dan gunshu putra, Yusuf Widiyanto di kelas sanda -56 kilogram dan Puja Riyaya (-70 kg).

Dua medali perunggu ini merupakan catatan sejarah untuk pertama kalinya diraih tim wushu Indonsia.

"Prestasi yang membanggakan Indonesia ini patut dipertahankan. Makanya, pak Airlangga memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan atlet junior dengan memperbanyak mereka tampil pada ajang event internasional," ujarnya.

Prestasi atlet wushu junior Indonesia juga cukup membanggakan. Pada Kejuaraan Wushu Junior Asia di Korea Selatan 2017, Indonesia meraih 1 medali emas, 5 perak dan 3 perunggu.

"Di Brunai, kita tetap mentargetkan medali emas dan kalau bisa mengulang prestasi yang pernah dicapai dua tahun lalu," kata Ngatino.

Tim Wushu Junior Indonesia :
Remaja (Taolo) :
Putra - 1. Irmanto Juan Hendy (Tajijiquan), 2. Timothy Fidealo (Changquan), 3, Reinhard Sidik (Changquan).
Putri - 1. Geraldine Patricia (Changquan), 2. Gabriele Felicia Ariyanto (Nanquan), 3. Noviarini Kaniya Rizky (Changquan).
Junior (Taolu)
Putra - 1. Jonathan Alexander Arianto Juwana (Nanquan), 2. Candika Nugraha (Changquan)
Putri - 1. zJenifer Tjahyadi (Changquan), 2. Candra Kanti Tara Joceline (Nanquan)
Anak-anak
Putra - 1. Javiar Grayson (Changquan), 2. Bagaskara Amadani (Changquan).
Putri - 1. Rainie Elena Liem (Changquan), 2. Jessie Djalimin (Changquan).
Sanda :
Putra - 1, Reindra Nada Guitara Bintang (52kg), 2. Tridyfa Kristoforus Tarigan (65kg), 3. Harry Brahmana (60kg), 4. Vabio Enzo Sitepu (56kg), 5. Riki Aditia (48kg).
Putri- 1. Febriyanti Fani (48kg), 2. Maria Ulfa (52kg), 3. Triani Paska Kristiani Gultom (56kg)
Anak-anak
Putra - 1. Febri Handoyo Siregar (40kg), 2. Muhammad Fathul Hidayat (45kg).
Manajer : Neneng Nurosi Nurasjati
Pelatih Taolo : Sher Lie dan Alex Hartono
Pelatih Sanda : Hermansyah Mongisidi dan Moses Milala
Wasit: David Candra dan Muhammad Ali

Penulis: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved