PEAK Gelar Coaching Clinic di Rawajati Knight Cup 2019

Kegiatan kemarin juga berbalut meet and greet karena banyak para peserta yang berebut berswa foto dengan para pemain

PEAK Gelar Coaching Clinic di Rawajati Knight Cup 2019
HandOut/Istimewa
Gelaran coaching clinic PEAK peduli komunitas pada pertandingan final Rawajati Knights Cup yang berlangsung di daerah Kalibata, kemarin (7/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya mendukung basket komunitas kembali dilakukan produsen sepatu basket PEAK.

Satu di antaranya lewat gelaran coaching clinic PEAK peduli komunitas pada pertandingan final Rawajati Knights Cup yang berlangsung di daerah Kalibata, kemarin (7/9/2019).

Coaching clinic menajdi lebih menarik lantaran diikuti juga para pemain IBL dan Srikandi Cup, di antaranya Anggi Alfiandi (Eks Garuda Bandung), Hengki Infandi (NSH Jakarta), Yoseph Wijaya (NSH Jakarta), Andrey Rido (eks LA Streetball Challenge The World 2018 dan eks-Siliwangi Bogor), Lamia Rasidi (Merpati Bali), dan Vanissa Renata Siregar (Jr NBA Asia Pasific).

Sebanyak 157 peserta yang umumnya pelajar SD dan SMP yang datang dari berbagai wilayah Jadebotabek, terliahat antusias mengikuti jalannya coaching clinic tersebut.

Kegiatan kemarin juga berbalut meet and greet karena banyak para peserta yang berebut berswa foto dengan para pemain yang memberikan coaching clinic.

"Apresiasi saya tujukan kepada panitia Rawajati Knight Cup yang menggelar event ini, kemudian peserta coaching clinic, dan para pemain yang tergabung dalam PEAK peduli komunitas yang sudah memberikan ilmunya. PEAK akan terus berkomitmen untuk memberikan coaching clinic baik di ajang event basket lainnya, " ucap Hendarto Tjai, selaku Principal Peak Indonesia.

Senada mendukung kegiatan event ini juga disampaikan Andrey Rido, yang dengan sabar memberikan pelatihan coaching clinic.

Edo, sapaan akrab pemain yang juga pernah membawa tim Pelita Jaya menjadi juara IBL musim 2017, juga memberikan motivasi kepada para peserta agar lebih disiplin dalam berlatih dan menjaga pola hidup yang sehat.

" Coaching clinic yang seru dan interaktif yah yang seperti ini. Meski digelar di lapangan outdoor dan di sela event komunitas, nyatanya mereka semua melakukannya dengan penuh semangat. Bahkan ada yang mengenakan celana panjang dan tidak punya sepatu basket. Buat saya itu tidak masalah, bahkan saya ingin PEAK kedepannya menyasar kedaerah yang padat penduduk, meski fasilitas lapangannya biasa aja. Kalo ini konsisten di jalankan, saya yakin cabang basket kelak akan menjadi cabang favorit sejajar dengan sepakbola dan bulutangkis, papar Edo.

"Edukasi basket akan terus kami lakukan. Kami tengah menggodok konsep PEAK Goes To School dalam waktu dekat. Ini bentuk kepedulian kami, tidak hanya berbicara bisnis semata, namun memajukan basket di Indonesia harus kita pikirkan juga," pungkas Hendarto.

Kompetisi Rawajati Knight Cup 2019 yang dimulai dari 18 Agustus dan berakhir kemarin di ikuti oleh 16 tim di antaranya:

1. Empire
2. MejikBaller
3. Freedom Basketball
4. NKC
5. Bulls jakarta
6. Oldsquad
7. Eastsunday
8. Rocketz basketball
9. Rawajati Knights A
10. Rawajati Knights B
11. Sakura
12. Jasmine
13. Kemuning
14. HK Squad
15. Volunteers
16. Kramsor

Juara 1 Rawajati Knight Cup direbut tim Handle Kuy Squad, setelah di partai final menang 66-64 atas Empire.

Peringkat 3 diraih tim Volunteers dan Most Sportif team di berikan untuk tim East Sunday.

Sedangkan pemain terbaik di raih oleh Bayu dari Empire dan mendapatkan hadiah sepatu dari PEAK.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved