Polemik Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum, Begini Tanggapan Wiranto hingga Komisioner KPAI

Wiranto sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) angkat biacara terkait Progam Bakti (PB) Djarum

Polemik Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum, Begini Tanggapan Wiranto hingga Komisioner KPAI
DOK. PB Djarum
Liliyana Natsir saat memberikan tanda tangan pada peserta Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum di Purwokerto. 

Menurutnya, memang bukan dalam jangka waktu dekat dampaknya.

"Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar, tingkat keterpaparan rokok pada anak pemula untuk merokok tahun 2013 sebesar 7,2%, dan pada 2018 tingkat keterpaparan menjadi 9,1%."

"Salah satunya karena promosi ini. Kenapa baru sekarang? Karena kami menunggu hasil riset kesehatan. Setiap promosi yang melibatkan anak akan berdampak," paparnya.

Kasus Djarum, menurut Sitti, ibaratnya membuka sebuah kotak pandora.

"Ada aturan yang kita lebih perhatikan lagi."

"Mau tidak mau semua orang menggali, apakah ada eksploitasi atau tidak. Yang kita larang sekali lagi bukan audisinya," pungkasnya.

Baca: Ramai PB Djarum Hentikan Audisi Beasiswa Bulu Tangkis, KPAI Dibela Kak Seto: Kok Kaya Anak Kecil

Baca: Tanggapan KPAI terkait Keputusan PB Djarum Hentikan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis

Baca: Terkait Polemik Berhentinya Audisi Umum PB Djarum, Pihak KPAI Mulai Membela Diri

Respon Kak Seto

Menanggapi hal ini, Seto Mulyadi sebagai pemerhati anak menganggap keputusan ini seperti anak kecil yang ngambek.

"Saya melihat ini kok kayak anak kecil yang sedang ngambek," kata Seto Mulyadi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (8/9/2019) malam.

Ketua Lembaga Anak Indonesia (LPAI) yang akrab disapa Kak Seto tersebut mengatakan, apa yang dilakukan oleh KPAI sudah benar.

Halaman
1234
Penulis: Sinatrya Tyas Puspita
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved