Tegaskan Tak Ada Eksploitasi Anak, Menpora: Audisi Djarum Tidak Boleh Berhenti

KPAI menyebut, logo Djarum Foundation yang terdapat di baju anak-anak peserta audisi menjadi sarana promosi rokok Djarum secara gratis.

Tegaskan Tak Ada Eksploitasi Anak, Menpora: Audisi Djarum Tidak Boleh Berhenti
tribunnews.com/abdul majid
Menpora Imam Nahrawi bersama dengan Gubernur Kalimantan Selatan, Shabirin Noor saat diwawancarai seusai menghadiri perayaan Haorans ke-36 2019 di tepi sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimntan Selatan, Minggu (8/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam sambutannya di peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-36, menyinggung mengenai polemik antara Djarum Foundation dan KPAI soal eksploitasi anak.

Menpora menyatakan tak ada unsur ekploitasi anak pada audisi Djarum dalam pencari bibit-bibit pebulutangkis muda Indonesia dan meminta Djarum Foundation tidak menghentikan kegiatan tersebut.

“Saya tegaskan tadi, audisi Djarum tidak boleh berhenti. Terus berjalan, karena kami sudah melihat dan mendalami bahwa tidak ada soal-soal mengenai eksploitasi anak,” kata Menpora di acara tersebut di tepi sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (8/9/2019) malam.

Baca: Berita Populer Soal Persebaya: Bajul Ijo Incar Lima Pemain Lokal dan Seorang Playmaker Asing

Baca: Kabar Populer Arema FC: Kenapa Singo Edan Masih Kenakan Jersey Latihan Munich X?

Baca: Jadwal Timnas Indonesia Vs Thailand dan Jadwal Lengkap Laga di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022

Menpora Imam Nahrawi bersama dengan Gubernur Kalimantan Selatan, Shabirin Noor saat diwawancarai seusai menghadiri perayaan Haorans ke-36 2019 di tepi sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimntan Selatan, Minggu (8/9/2019). Tribunnews/Abdul Majid
Menpora Imam Nahrawi bersama dengan Gubernur Kalimantan Selatan, Shabirin Noor saat diwawancarai seusai menghadiri perayaan Haorans ke-36 2019 di tepi sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimntan Selatan, Minggu (8/9/2019). Tribunnews/Abdul Majid (tribunnews.com/abdul majid)

“Tentu kalau itu terjadi (eksploitasi anak) sesungguhnya sudah dilakukan tindakan-tindakan sebelumnya oleh aparat keamanan tapi sejauh ini semua berjalan dengan baik, dan ini menjadi support kita kepada Djarum dan seluruh sponsor atau donatur atau bapak asuh untuk terus membantu olahraga tanah air, karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak cukup bekerja sendiri harus dibantu, harus ada partisipasi publik yang kuat,” paparnya.

Audisi Djarum dalam pencarian bibit-bibit muda bulutangkis menjadi polemik setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kegiatan tersebut mengandung unsur eksploitasi anak.

KPAI menyebut, logo Djarum Foundation yang terdapat di baju anak-anak peserta audisi menjadi sarana promosi rokok Djarum secara gratis.

50 Peserta Masuk Karantina di PB Djarum Usai Ikuti Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018
50 Peserta Masuk Karantina di PB Djarum Usai Ikuti Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 (ist)

Baca: Berita Populer Soal Persebaya: Bajul Ijo Incar Lima Pemain Lokal dan Seorang Playmaker Asing

Baca: Bergabungnya Eks-Persib ke Persija Dapat Sambutan The Jakmania

Baca: Daftar Lengkap Pemain Naturalisasi di Liga 1 2019: PSM Makassar Terbanyak, Persib Menyusul

Baca: Kehilangan Banyak Pemain, Persebaya Belum Tentukan Lineup Lawan Kalteng Putra

Baca: Selain Ferdinand Sinaga, Pemain Berlabel Timnas Juga Dikabarkan Merapat ke Persib Bandung

 

Atas pernyataan tersebut pihak PB Djarum mengatakan logo yang digunakan bukan logo promosi rokok melainkan logo Djarum Foundation yang telah digunakan sejak audisi pencarian bibit pebulutangkis Indonesia sejak 2006 silam.

Perbedaan kedua persepsi yang panas beberapa bulan terakhir ini akhirnya membuat Djarum mengambil langkah ingin menghentikan kegiatan audisi pebulutangkis muda yang telah dilakukan secara konsisten sejak 13 tahun silam.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved