Terkait Polemik Berhentinya Audisi Umum PB Djarum, Pihak KPAI Mulai "Membela Diri"

Pihak KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) buka suara perihal keputusan PB Djarum yang akan menghentikan audisi bulu tangkis pada 2020.

Terkait Polemik Berhentinya Audisi Umum PB Djarum, Pihak KPAI Mulai
tribunnews.com/abdul majid
Anggota KPAI Hikmawatty saat diwawancarai seusai konferensi pers terkait eksploitasi anak pada audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis di Kantor KPAI, Jakarta, Kamis (1/8/2019). Tribunnews/Abdul Majid 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) buka suara perihal keputusan PB Djarum yang akan menghentikan audisi bulu tangkis pada 2020.

Keputusan PB Djarum untuk menghentikan audisi umum beasiswa bulu tangkis pada 2020 mendatang terus mendatangkan sejumlah polemik.

Banyak pihak yang menyayangkan terkait berhentinya ajang pencarian bibit-bibit unggul atlet bulu tangkis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia tersebut.

Langkah tersebut memang diambil oleh PB Djarum setelah tudingan dari KPAI yang menganggap audisi umum bulu tangkis tersebut sarat akan eksploitasi anak.

Tudingan KPAI kepada PB Djarum itu tak lepas dari logo dan nama klub Djarum yang diidentikan dengan merek rokok Indonesia.

Menyadari polemik tersebut semakin meruncing dan semakin menyudutkan KPAI, pihak KPAI pun mulai angkat bicara.

Ketua KPAI, Susanto, menyebut bahwa tudingan eksploitasi anak dalam audisi umum PB Djarum tidak bertujuan untuk menghentikan audisi tersebut.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Editor: Bolasport.com
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved