BWF Tak Pernah Permasalahkan Nama dan Logo Djarum Foundation Sepanjang Bergulirnya Indonesia Open

Pihak BWF selama ini tak pernah mempermasalahkan keberadaan nama dan logo Djarum Foundation sepanjang bergulirnya Indonesia Open

BWF Tak Pernah Permasalahkan Nama dan Logo Djarum Foundation Sepanjang Bergulirnya Indonesia Open
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pebulu tangkis ganda putri Jepang Yuki Fukushima dan Sayaka Hirota meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan pebulu tangkis ganda putri Jepang Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi pada babak Final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Pasangan Sayaka Hirota dan Yuki Fukushima berhasil menjadi juara setelah mengalahkan pasangan Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi dengan skor 21-16 dan 21-18. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Polemik audisi umum beasiswa bulu tangkis PB Djarum dengan KPAI memang tengah menjadi perbincangan hangat tempo hari.

Hal tersebut bermula dari keputusan PB Djarum yang mengumumkan bahwa pada 2020 mendatang mereka bakal pamit alias absen menggelar audisi umum.

Keputusan itu diambil setelah PB Djarum dituding oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia -red) bahwa ajang pencarian bakat bulu tangkis itu sarat akan eksploitasi anak.

KPAI menyebut bahwa penggunaan nama dan logo Djarum pada penyelenggaraan ajang tersebut -termasuk yang tertera di jersey peserta audisi- menyalahi Undang-Undang.

Undang-Undang yang dimaksud adalah UU Nomor 35 Tahun 2014 dan UU Nomor 23 Tahun 2002.

Pihak PB Djarum, melalui Direktur Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, sebenarnya sudah menekankan berkali-kali bahwa apa yang dituduhkan KPAI tersebut keliru.

Padahal, BWF selaku Federasi Bulu Tangkis Dunia justru tak pernah mempermasalahkan nama dan logo Djarum pada setiap turnamen Indonesia Open.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Editor: Bolasport.com
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved