10th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2019: Unggulan tak Terbendung

unggulan dalam turnamen 10th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2019” Presented by Candra Wijaya terus melaju

10th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2019: Unggulan tak Terbendung
dok.10th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2019
Jessica Maya Rismawardani/Nethania Irawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kiprah para pasangan unggulan dalam turnamen bertajuk “10th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2019” Presented by Candra Wijaya terus melaju.

Mereka belum teradang dan lolos ke babak ketiga.

Dalam kejuaraan khusus nomor ganda yang berlangsung pada Kamis (19/9) di Hall Daihatsu Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC), Jalan Jelupang Raya No. 15, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, para pasangan unggulan ini mampu tampil apik.

Tak hanya lolos ke babak berikut, mereka juga menjaga asa untuk naik podium juara.

Pasangan ganda putri kategori U-17, Jessica Maya Rismawardani/Nethania Irawan juga sukses memenangi laga babak kedua.

Unggulan pertama andalan klub Djarum ini maju ke babak ketiga meski harus menjalani laga tiga gim melawan Dea Riska Putri Hapsari/Nafia Lyandra Hapsari (Jaya Raya) dengan 21-16, 12-21, 21-13.

"Tadi kita main masih kurang enak, masih banyak mati-mati sendiri. Tadi kita mau adu depan sama lawan juga masih tidak enak masih kalah. Ini juga karena kita baru pertama kali turun bertanding," tutur Nethania Irawan, usai laga.

Unggulan kedua di nomor ini, Sabrina Ajeng Takira/Savira Nurul Husnia, pun melenggang ke babak ketiga. Tiket itu didapat wakil klub Jaya Raya Jakarta ini setelah mengatasi perlawanan Mikala Kani/Apik Suksma Sarasmita ( Djarum), 21- 12, 21-10.

"Smash-smash Makala Kani memang keras, tetapi bisa kami redam. Di kejuaran ini kami memang menargetkan untuk juara setelah di Victor Exist Jakarta Open 2019 lalu, kami gagal di final," kata Sabrina.

Wakil tuan rumah Daihatsu CWIBC, Galuh Dwi Putra/Nabila Putri Arsyillah juga terus menjaga harapan. Unggulan pertama di ganda campuran U-17 ini lolos ke perempatfinal setelah mengandaskan Alfito Ramadhani Indrianto/Nadya Lyandra (Jaya Raya), 21-16, 21-13.

"Tahun lalu kami juara. Tahun ini pun ingin menjadi juara lagi,. Apalagi kami tampil di kandang sendiri," kata Galuh.

Di babak delapan besar Galuh/Nabila akan ditantang Muhammad Ridhwanul Arifin/Vyananda Bintang Racketta asal Exist Jakarta yang menang atas Nurul Ma'ruf Imam Mudin/ Maulia Syauki Ihsani (Victory Bogor), 21-14, 21-17.

"Tahun lalu klub Exist sukses menjadi juara umum dengan tujuh gelar juara di sini. Kami pun ingin mempertahakan dominasi Exist tahun ini," ujar Bintang Racketta.

Dari melihat pertandingan hingga babak kedua kejuaraan berhadiah total Rp150 juta ini, sang inisiator kejuaraan, Candra Wijaya, melihat banyak talenta-talenta berbakat. Hanya mereka kurang memiliki jam terbang pengalaman.

"Saya lihat banyak pemain potensial nomor ganda yang tampil di kejuaraan ini. Cuma teknik dan ketrampilannya harus lebih diasah lagi. Asal dibina dengan benar dan dimatangkan lewat kompetisi yang berjenjang, harapan mereka untuk berkembang lebih baik lagi akan makin terbuka," tutur Candra tentang kejuaraan edisi ke-10 ini.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved