Cabor Gulat Pomnas 2019: Jatim dan Jabar Berbagi Emas, DKI dan Sumbar Perak

Jawa Timur dan Jawa Barat berbagi medali emas di cabang olahraga gulat hari pertama Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas)

Cabor Gulat Pomnas 2019: Jatim dan Jabar Berbagi Emas, DKI dan Sumbar Perak
Humas PGSI DKI Jakarta
Steven Setiabudi Musa (kiri), Ketua PGSI Pengprov DKI Jakarta sedang memberi semangat kepada atlet Gulat DKI Jakarta yang turun di Pomnas 2019 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jawa Timur dan Jawa Barat berbagi medali emas di cabang olahraga gulat hari pertama Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) yang berlangsung di GOR Cempaka Putih Jumat (19/9/2019).

Dalam pertandingan hari pertama menggunakan sistem round robin ada dua medali emas yang diperebutkan. Keduanya masing-masing di kelas bebas 52 kg putra dan kelas 58 kg putra.

Steven Setiabudi Musa Ketua Umum Pengprov PGSI DKI Jakarta
Ketua Umum Pengprov PGSI DKI Jakarta, Steven Setiabudi Musa dan atlet Gulat DKI Jakarta ke Pomnas 2019

Di kelas 52 kg, pegulat dari Jawa Barat, Lipan Saputra berhasil meraih medali emas setelah dalam final berhasil mengalahkan lawannya Aprin Pungki dari Sulawesi Selatan.

Atas kelahan itu April Pungki, berdasarkan sistem roun robin hanya berhak menempati urutan keempat. Sementara Medali perak kelas tersebut direbut oleh pegulat dari DKI Jakarta, Hamza Has yang dalam final mengalahkan Josua Andila (Sumbar) dengan skor1 14-8. Medali perunggu direbut oleh pegulat dari Riau Denis Diva Jordan.

Satu medali emas lainnya di kelas 58 kg direbut oleh pegulat dari Jawa Timur, Puji Prastyo. Dalam final Puji berhasil menumbangkan lawannya, Gilang Ilhasa dari Sumbar dengan skor 8-2.

Tampaknya pegulat dari Jatim ini unggul segalanya, lebih taktis, dan berada satu kelas di atasnya. Atas kekalahan tersebut Gilang hanya berhak mendapatkan medali perak, sementara medali perunggu direbut oleh Hadi Rizki Hanafiah dari Jawa Barat.

Pada hari kedua Sabtu (20/9/2019) akan mempertandingkan tiga kelas, masing-masing gaya grego roma kelas 54 kg, kelas 67 kg, gaya bebas putri kelas 52 kg. Pegulat DKI Jaya akan turun di tiga kelas tersebut dua di antaranya merupakan pegulat andalan DKI untuk meraih medali emas.

Keduanya masing-masing Aditya di kelas 67 kg, dan Dwi di kelas 52 kg putri. Kedua pegulat ini bagi DKI masuk dalam kategori kuda hitam.

Maksudnya belum sepenuhnya diunggulkan untuk merebut medali emas, akan tetapi bila keduanya mampu bermain maksimal bukan tidak mungkin merekalah yang merebut medali emas.

Kejuaraan gulat Pomnas diikuti oleh 83 pegulat dari 17 Provinsi. Simbolis pembukaannya dilakukan oleh Ketua Umum PP PGSI yang diwakilkan kepada Ketua Umum Pengprov PGSI DKI Jakarta, Steven Setiabudi Musa.

Dalam sambutan pembukaan Steven meminta agar semua daerah dapat memanfaatkan program pembinaan berjenjang yang ada di masing-masing Disorda di seluruh Indonesia, sehingga prestasi pegulat Indonesia bisa lebih pesat ke depannya

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved