Susy Susanti Minta Tim Badminton Junior Tak Puas Diri

Tim Badminton junior tampil luar biasa di ajang Kejuaraan Dunia Junior 2019 di Kazan, Rusia.

Susy Susanti Minta Tim Badminton Junior Tak Puas Diri
tribunnews.com/abdul majid
Tim badminton junior Indonesia saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/10/2019). Tribunnews/Abdul Majid 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Tim Badminton Junior Indonesia tampil luar biasa di ajang Kejuaraan Dunia Junior 2019 di Kazan, Rusia.

Indonesia berhasil merebut Piala Suhandinata untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah usai di laga final mengalahkan China dengan skor 3-1.

Tak hanya itu, di nomor perorangan Garuda Muda juga meraih prestasi gemilang; satu medali emas di komor ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan dua medali perak ditorehkan oleh Febriana/Amalia (ganda putri), Leo/Indah (ganda campuran).

“Pencapaian WJC ini menurut saya luar biasa, terutama perjuangan di beregu, anak-anak cetak sejarah. Kedepannya, kami harapkan usaha mereka harus ekstra lagi. Jangan sampai berhenti di sini,” kata Susy Susanti saat tiba bersama tim badminton junior di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (15/10/2019).

Sementara itu, medali emas yang diraih Leo/Daniel menjadi penghapus dahaga gelar di sektor ganda putra kejuaraan dunia junior.

Pasalnya, Indonesia terakhir meraih medali emas di sektor ini pada kejuaraan dunia junior tahun 1992 lewat torehan Amon Santoso/Kusno.

“Bersyukur, puji tuhan. Saya berterima kasih kepada PB Djarum yang sudah membesarkan kami, kepada pelatih kamu dulu koh (Ade) Lukas yang sudah memasangkan kami waktu kecil sekarang cita-citanya tercapai, mau kami jadi juara dunia junior. Juga kepada koh David (Pohan), Dan Koh Thomas dan semua pelatih di pelatnas,” kata Daniel.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved