Breaking News:

Kembangkan Atlet Berkuda Indonesia, Equestrian Champions League Dihelat di Dua Venue

Liga Olahraga Ketangkasan Berkuda (Equestrian) di Indonesia akan diselenggarakan dengan judul Equestrian Champions League (ECL).

tribunnews.com/abdul majid
Triwatty Marciano, founder Equistrian Champions League saat foto bersama dengan Menpora Zainudin Amali dan Ketua KONI Marcinao Norman dalam acara pembukaan ECL 2020 di Jakarta International Equistrian Park Pulomas (JIEPP), Pulomas, Sabtu (14/12/2019). Tribunnews/Abdul Majid 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Liga Olahraga Ketangkasan Berkuda (Equestrian) di Indonesia akan diselenggarakan dengan judul Equestrian Champions League (ECL).

Kompetisi berkuda equestrian tingkat nasional ini diselenggarakan di dua tempat berstandar internasional. Kedua tempat yang akan digunakan ECL juga telah menjadi venue pada Asian Games 2018.

Tempat pertama adalah Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP) yang menjadi venue equestrian. Tempat kedua adalah Adria Pratama Mulya (APM) Equestrian Center, Tangerang merupakan venue modern pentatlon.

“Kegiatan Equestrian Champions League diselenggarakan karena pertumbuhan minat pada equestrian di Indonesia. Untuk memenuhi pertumbuhan minat tersebut maka ECL hadir menjadi wadah. ECL dibangun dengan konsep yang menggabungkan antara olahraga equestrian yang kompetitif, pengetahuan tak hanya luas namun dalam tentang berkuda dan juga sarana hiburan yang dapat dinikmati segala usia,” kata Triwatty Marciano, Founder Equistrian Champions League dalam sambutannya di Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Pulomas, Sabtu (14/12/2019).

Equestrian Champions League merupakan liga berkuda equestrian antar klub berkuda yang ada di Indonesia. Peserta pertandingan dari beragam usia begitu juga hadirin yang datang.

“Tujuan Equestrian Champions League antara lain untuk mengembangkan dan mempertahankan industri olahraga berkuda equestrian dengan membangun jalur karir atlet yang berkelanjutan, serta membuat sistem data base peringkat atlet equestrian nasional yang mengikuti liga ini,” jelasnya.

Keberadaan ECL merupakan kombinasi dari olahraga equestrian yang kompetitif, pengetahuan tentang berkuda dan sarana hiburan untuk keluarga. 

Pendiri ECL adalah tiga pegiat olahraga berkuda equestrian yakni Triwatty Marciano, Adinda Yuanita dan Nadia Marciano.

Dengan banyak dan berkualitasnya kompetisi maka atlet akan semakin berkembang. Kompetisi ECL juga bertujuan mempromosikan atlet dan kuda equestrian Indonesia pada dunia.

Tak hanya terkait atlet, ECL mendorong kesadaran akan kesejahteraan kuda dan penunggang dengan pendekatan holistik pada perawatan kuda.

Kompetisi yang digelar meliputi kategori Show Jumping (ketangkasan pengendalian berkuda melompati rintangan), Dressage (perpaduan estetika dan pengendalian kuda yang baik) dan Eventing (rangkaian dressage, show jummping dan cross country course). Rangkaian kegiatan ECL antara lain;

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved