Olimpiade Tokyo 2020

CdM Indonesia Belum Ada Gambaran Mengenai Target Medali untuk Olimpiade Tokyo 2020

Chef de Mission (CdM) Indonesia, Rosan Roeslani masih belum ada gambaran target medali untuk cabang olahraga yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020

CdM Indonesia Belum Ada Gambaran Mengenai Target Medali untuk Olimpiade Tokyo 2020
tribunnews.com/abdul majid
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menerima Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia saat berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, Kemenpora, Kamis (9/1/2020). Tribunnews/Abdul Majid 

TRIBUNNEWS.COM - Olimpiade 2020 yang akan dihelat di Tokyo Jepang tinggal sebentar lagi, namun Chef de Mission (CdM) Indonesia, Rosan Roeslani masih belum ada gambaran target medali untuk para kontingen, Jumat (10/1/2020).

Ajang Multi Event terbesar seantro bumi, Olimpiade 2020 akan diselenggarakan di Tokyo, Jepang pada Juli hingga Agustus 2020 mendatang.

Dan Indonesia dipastikan akan menjadi salah satu peserta di ajang tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menerima Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia saat berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, Kemenpora, Kamis (9/1/2020). Tribunnews/Abdul Majid
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menerima Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia saat berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, Kemenpora, Kamis (9/1/2020). Tribunnews/Abdul Majid (tribunnews.com/abdul majid)

Namun, Roslan selaku CdM masih belum ada gambaran mengenai target medali untuk para kontingen nantinya.

Ia mengaku hal ini masih harus didiskusikan dengan Kemenpora, NOC Indonesia, dan cabor-caboir yang berlaga di Olimpiade 2020 nanti untuk bisa menghitung target.

"Kami belum ada gambaran berapa target medali emas," ucap Rosan dilansir Kompas.com.

Meski demikian, Roslan berharap raihan medali di Olimpiade 2020 nanti bisa lebih baik dari capaian empat tahun lalu di Olimpiade RIo 2016.

Sri Wahyuni Agustiani, atlet angkat besi wanita Indonesia seusai meraih medali Perak di Olimpiade Rio, Minggu (7/8/2016) diberikan handuk penutup oleh pelatihnya.
Sri Wahyuni Agustiani, atlet angkat besi wanita Indonesia seusai meraih medali Perak di Olimpiade Rio, Minggu (7/8/2016) diberikan handuk penutup oleh pelatihnya. (NHK)

Pada Olimpiade 2016 lalu, Indonesia mampu meraih tiga medali masing- masing dua perak dari angkat besi dan satu emas dari cabor bulu tangkis.

"Target medali yang jelas lebih baik dari Olimpiade 2016 ya. (Olimpiade) Rio kan kita dapat 1 emas dan 2 perak," ungkap Rosan.

"Hasilnya harus lebih baik. Akan tetapi, saya belum bisa pastikan karena masih harus ketemu NOC Indonesia dan cabor-cabor tersebut," imbuhnya.

Halaman
1234
Penulis: Atreyu Haikal Rafsanjani
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved