Raja Sapta Oktohari: Reza Jadi Ketua PGI Jaya, 12 Tahun lagi Ada Pegolf Indonesia di Olimpiade

Reza Ihsan Rajasa kembali mengenalkan latar belakang dirinya ikut bersaing menjadi Ketua Persatuan Golf Indonesia DKI Jakarta (PGI Jaya).

Raja Sapta Oktohari: Reza Jadi Ketua PGI Jaya, 12 Tahun lagi Ada Pegolf Indonesia di Olimpiade
tribunnews.com/abdul majid
Acara deklarasi dirinya sebagai Calon Ketua PGI Jaya periode 2020-2024 di Pondok Indah Golf, Jakarta, Kamis (16/1/2020) malam 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAReza Ihsan Rajasa kembali mengenalkan latar belakang dirinya ikut bersaing menjadi Ketua Persatuan Golf Indonesia DKI Jakarta (PGI Jaya).

Salah satu yang membuat dirinya tertarik mencalonkan diri lantaran ingin memajukan golf di Jakarta dengan cara memaksimalkan pegolf-pegolf junior yang ada di setiap klub.

Menurutnya ranah pegolf junior sangat penting untuk menumbuhkan pegolf-pegolf profesional yang berkualitas di masa yang akan datang.

Reza Ihsan Rajasa deklarasicalonpgijaya
Reza Ihsan Rajasa

“Dengan penguatan klub, di bawah PGI DKI itu punya 94 klub kalau masing-masing kita amanahkan dua pemain junior saja di sana, maka akan ada sekitar 200 atlet tambahan baru,”

“Nah itu sendiri akan menjadi tambahan, artinya yang namanya coaching, driving range, tempat-tempat lain bisa bertambah. Kita tambahkan juga dengan penguatan lainnya,” kata Reza dalam acara deklarasi dirinya sebagai Calon Ketua PGI Jaya periode 2020-2024 di Pondok Indah Golf, Jakarta, Kamis (16/1/2020) malam.

Ia menambahkan sebenarnya konsep tersebut sudah ada tapi kurang dimaksimalkan, pegolf junior yang dimaksud yakni usia 9-12 tahun dan 12-14 tahun.

Hal lain yang bakal dilakukan Reza jika terpilih nanti yakni akan memperkenalkan golf kepada anak usia dini dengan cara sport science, sehingga tak memaksakan anak untuk cinta kepada olahraga golf.

“Seperti saya bilang di luar ada yg namanya sport science. Itu ada lima, anak dilihat dari sisi musik, art, science, sport, dan IQ. Jadi anak pintar dari lima faktor,”

“Kalau kita bicara sport saja, kita harus lihat emosinal anaknya seperti apa. Kapan kita tawarkan, kita bawa ini begini. Jadi kita juga harus ada pengayaan sistem kepada orang tua juga. Orangtua harus aware, bukan orangtuanya yang fight, tapi anaknya yang harus cinta sama olahrga ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari meyakini dengan konsep yang ditawarkan Reza, maka tak menutup kemungkinan bakal ada pegolf-pegolf andalan Indonesia yang bisa jadi main di Olimpiade.

“Kalau setelah jadi Ketua PGI Jaya, Insya Allah 12 tahun kedepan bisa menyumbangkan pegolfer ke Olimpiade 2032. Tentu ini perjalanan panjang. Namun hal itu perlu langkah kecil lebih dahulu,” kata Okto.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved