Badminton Asia Team Championships 2020

Hasil Final Badminton Asia Team Championship 2020, Pasangan Dadakan Ahsan/Fajar Pastikan Gelar Juara

Indonesia berhasil menjadi juara Badminton Asia Team Championship untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah mengalahkan Malaysia di partai Final.

Hasil Final Badminton Asia Team Championship 2020, Pasangan Dadakan Ahsan/Fajar Pastikan Gelar Juara
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan saat melawan rekan senegara Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada pertandingan semifinal Indonesia Masters 2020, di Istora Senayan, Sabtu (18/1/2020). Ahsan/Hendra dipaksa bermain tiga set dan berhasil melaju ke final dengan skor 21-12 18-21 21-17. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia berhasil menjadi juara Badminton Asia Team Championship untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah mengalahkan Malaysia di partai Final dengan skor akhir 3-1.

Pasangan dadakan, Mohammad Ahsan/Fajar Alfian turun melawan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.

Dalam pertandingan ini, pasangan yang baru dipasangkan ini mampu merebut game keempat dan memastikan juara Badminton Asia Team Championship 2020 dengan skor akhir 21-18, 21-17.

Dengan ini Indonesia mampu meraih tiga kali juara secara beruntun di ajang Badminton Asia Team Champhionship di sektor putra setelah pada 2016 dan 2018 juga menjadi juara.

Dipertandingan sebelumnya, tim Indonesia mampu merebut poin pertama di nomor tunggal melalui Anthony Sinisuka Ginting setelah mengalahkan Lee Zii Jia melalui dua set langsung, 22-20, 21-16.

Seusai pertandingan, Ginting merasa senang bisa memberi poin pertama sekaligus mengakhiri laga tanpa cedera.

Baca: Susy Susanti Evaluasi Tim Putra Pada Ajang Badminton Asia Team Championship.

Baca: Jelang Olimpiade Tokyo 2020, Cerita Susy Susanti Saat Jadi Penyumbang Emas Pertama Bagi Indonesia

“Puji Tuhan saya bisa selesaikan permainan dengan baik tanpa cedera. Saya senang bisa sumbang satu poin, di pertandingan beregu satu poin sangat berharga,” terang Ginting dilansir Badminton Indonesia.

Menurut Ginting, kesulitan yang dialaminya karena musuhnya memiliki postur yang tinggi sehingga sulit menemukan celah permainan.

“Di game pertama dia berusaha banyak menyerang, saat itu saya banyak angkat bola. Postur lawan kan tinggi, shuttlecock juga kencang, saya tidak bisa bikin dia lari-lari."

"Saya berusaha untuk tidak angkat bola, tidak memberikan dia kesempatan menyerang,” ungkap Ginting.

Halaman
123
Penulis: Atreyu Haikal Rafsanjani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved