Olimpiade 2021

Panitia Olimpiade Tokyo Harus Bekerja dari Rumah, Usai Status Jepang yang Dinyatakan Darurat

Penetapan status darurat bagi Jepang karena pandemi Covid-19 membuat panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 bekerja dari rumah

AFP/CHARLY TRIBALLEAU
Cincin Olimpiade Tokyo 2020 ditampilkan di Tokyo. Kamis (26/3/2020). Presiden Olimpiade Tokyo 2020 Yoshiro Mori hari ini adakan pertemuan untuk membentuk gugus tugas perencanaan Olimpiade. (AFP/CHARLY TRIBALLEAU) 

TRIBUNNEWS.COM - Penetapan status darurat bagi Jepang karena pandemi Covid-19 atau wabah virus corona membuat panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 bekerja dari rumah (WFH).

Pejabat Tokyo 2020 akan bekerja dari rumah setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan keadaan darurat untuk ibukota, Osaka dan lima wilayah lainnya pada Selasa (7/4/2020).

Abe membuat keputusan seperti yang diharapkan karena meningkatnya kekhawatiran tentang pandemi virus corona di Jepang.

Dia juga menyatakan bahwa fasilitas Olimpiade yang tidak lagi dibutuhkan segera karena penundaan Tokyo 2020 hingga tahun depan, dapat digunakan untuk pasien dengan infeksi ringan karena rumah sakit kapasitasnya mulai terbatas.

Panitia Tokyo 2020 sekarang akan mengadakan rapat jarak jauh karena ruang pers akan ditutup sementara.

"Pekerjaan yang dianggap penting akan dilakukan dari jarak jauh dari rumah karyawan," kata Tokyo 2020 dalam sebuah pernyataan yang dilansir BolaSport.com dari Insidethegames.

"Pekerjaan yang mengharuskan kehadiran fisik di kantor akan dikurangi seminimal mungkin. Langkah-langkah menyeluruh diambil untuk mencegah penyebaran infeksi."

Obor Olimpiade yang saat ini dipajang di Fukushima akan dihapus dari tampilan publik pada 7 April.

BACA HALAMAN BERIKUTNYA >>>>

Sumber: BolaSport.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved