Breaking News:

Jadwal Indonesia Open 2020 Belum Jelas, PBSI Tetap Koordinasi Dengan Manajemen Istora

PP PBSI terus menjalin komunikasi dengan manajemen Istora untuk mencari waktu yang tepat menyelenggarakan Indonesia Open.

Tribunnews/JEPRIMA
Pebulutangkis Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo melawan pasangan China He Ji Ting dan Tan Qiang dalam babak 16 besar Indonesia Open 2020 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020). Kevin dan Marcus berhasil melaju ke babak perempat final setelah menang 21-19 dan 21-13 atas pasangan China He Ji Ting dan Tan Qiang. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Federasi bulutangkis dunia, BWF belum memberikan jadwal terbaru Indonesia Open 2020 yang mengalami penundaan akibat pandemi Covid-19.

Akan tetapi mengingat banyaknya turnamen level atas juga mengalami penundaan, seperti misalnya Piala Thomas dan Uber, maka ada kemungkinan terjadi pergeseran jadwal lagi.

Piala Thomas dan Uber yang awalnya dijadwalkan pada 16-24 Mei 2020, diubah menjadi 15-23 Agustus 2020.

“Hingga saat ini BWF masih belum menentukan bagaimana kelanjutan event yang di-suspend. Jadi kami masih terus menunggu keputusannya, sambil mempersiapkan apa yang bisa disiapkan panitia di sini,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto.

Update terbaru adalah kami secara resmi sudah menyampaikan kepada pihak Istora bahwa event pasti akan ditunda dari jadwal awal. Ditunda sampai kapan, kami sudah infokan bahwa kami masih menunggu keputusan BWF dan pihak Istora mengerti keadaannya,” jelasnya.

PP PBSI terus menjalin komunikasi dengan manajemen Istora untuk mencari waktu yang tepat menyelenggarakan Indonesia Open.

“Reservasi Istora ternyata cukup padat akibat banyak event yang ditunda. Kami minta dibuatkan beberapa alternatif ke manajemen Istora, kira-kira dari September sampai Desember. Nanti akan kami sampaikan ini ke BWF, mana yang cocok jadwalnya,”  ungkap Budiharto.

Sementara itu, di bulan September, Indonesia punya satu turnamen level Super 100 yaitu Indonesia Masters. Kepastian mengenai turnamen ini pun masih belum bisa disampaikan oleh Budiharto.

“Ini juga akan jadi keputusan BWF nantinya, BWF akan pertimbangkan semua aspeknya, kami tidak punya pilihan. Apapun yang diputuskan BWF, itu yang terbaik, tapi sampai saat ini belum ada pembicaraan masalah ini,” katanya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved