Tontowi Ahmad Pensiun dari Bulutangkis

Curhat Tontowi Ahmad Setelah Pensiun dari Bulutangkis: Harusnya PBSI Bisa Menghargai

Owi di akhir kariernya bersama pelatnas PBSI berharap PBSI bisa lebih menghargai pemain.

Tribunnews/Abdul Majid
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu dalam konferensi pers pasca laga kontra Seo Seung Jae/Chae Yujung di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad, Senin (18/5/2020) resmi menyatakan diri pensiun dari Pelatnas PBSI.

Alasan utama Tontowi pensiun karena ingin lebih dekat dengan keluarganya lantaran selama ini jarang punya waktu bertemu keluarga.

Akan tetapi ada alasan lain yang membuat dirinya menyusul partnernya, Liliyana Natsir yang telah pensiun pada awal tahun lalu yakni masalah status magang di pelatnas PBSI.

Baca: Sederet Cerita Penjemputan Paksa Warga Positif Corona, Ancaman Pelukan hingga Petak Umpet

"Kedua sebenarnya ya ini bukan alasan atau apa, tapi dari PBSI kemarin saya sempat kaget juga kan SK saya magang. Saya sebenarnya tak jadi masalah sih, kalau untuk magang di PBSI saya agak keberatan, kalau magang itu kan dari atlet junior yang mau masuk ke pelatnas," kata Tontowi Ahmad dalam meeting zoom bersama rekan media, Senin (18/5/2020).

Pria yang akrab disapa Owi itu mengatakan tak sempat menanyakan alasan mengenai status magangnya kepada PSBI.

Seperti diketahui, usai ditinggal partnernya Liliyana Natsir pensiun pada awal tahun lalu, Owi yang dipasangkan dengan Winny Oktavina Kandow terlihat kesulitan untuk meraih prestasi.

Bahkan, Owi juga sempat dipasangkan dengan Apriyani Rahayu yang bermain rangkap di ganda putri.

Dari situ kemungkinan status Owi di pelatnas pun berubah menjadi magang.

Baca: MUI Kecewa dengan Reaksi Berbeda Pemerintah Cegah Corona pada Kerumunan di Masjid & Mall

Owi pun di akhir kariernya bersama pelatnas PBSI berharap PBSI bisa lebih menghargai pemain.

"Saya tak nanya (alasannya) itu keputusan PBSI. Sebenarnya saya tak mau bahas itu. Saya pensiun sekarang sudah tenang, saya tak ingin bahas, tapi saya sedikit kasih masukan ke PBSI," kata Owi.

"PBSI itu organsiasi yang bisa mengayomi dan menghargai anak buahnya. contoh saya yang sudah berpreastasi, saya tahun kemarin masih peringkat satu dunia, saya baru dicoba satu pasangan walaupun belum pernah masuk semifinal, tapi saya sudah kalahkan pemain top 10, maksudnya saya tak sejelek itu yang harusnya langsung dibuang," kata dia.

"Saya kira tak masalah, tapi PBSI maksud saya harus bisa menghargai. Saya tak tahu ini keputusan individu atau gimana. tapi ini kan atas nama organisasi. Saya atas nama pribadi tak ada dendam, tak ada masalah, saya pensiun juga masalah itu bukan alasan utama," ujar Owi.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved