Breaking News:

New Normal, Protokol Kesehatan Olahraga Baru Bisa Diberikan Pekan Depan

perihal protokol kesehatan yang lebih spesifik, Kemenpora menyerahkan kepada organisasi atau cabor-cabor terkait.

Tribunnews/Abdul Majid
Menpora Zainudin Amali saat ditemui di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pada fase new normal, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menyiapkan protokol kesehatan untuk olahraga Indonesia baik yang meliputi olahraga masyarakat atau prestasi.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan pekan ini, pihaknya tinggal berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan Kemenko PMK dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk mengesahkan protokol kesehatan di sektor olahraga Indonesia.

Baca: Masa Transisi PSBB, Menpora: Pelatnas Olahraga Silakan Jalan Tapi dengan Syarat

“Kalau dari internal kami, kemenpora sudah menyiapkan seminggu ini protokol untuk olahraga dan kepemudaan, khusus untuk olahraga itu ada tiga olahraga masyarakat, rekreasi dan prestasi atau yang pelatnas,” kata Menpora saat ditemui di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2020).

“Dari internal kami itu sudah selesai. Tinggal kami sedang mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait misalnya dengan Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas, dengan Kementerian Koordinator PMK, karena itu akan jadi produk dari pemerintah jadi mereka harus tahu dan kita mensinkronkan apa yang kita lakukan,” jelasnya.

Rencananya, setelah melakukan koordinasi pekan ini dengan Kemenkes, Kemenko PMK dan Gugus Depan Penanganan Covid-19, Kemenpora baru akan memberikan protokol kesehatan pada pekan depan.

Sementara itu, perihal protokol kesehatan yang lebih spesifik, Kemenpora menyerahkan kepada organisasi atau cabor-cabor terkait.

“Kami harapkan minggu ini selesai koordinasi dengan lintas Kementerian dan Lembaga, sehingga minggu depan kita bisa selesaikan, kalau itu sudah beres maka kita segera kasih ke KONI, cabor-cabor, NOC, Formi,”

“Karena mereka harus bisa mengatur secara internal, nah apa yang kita lakukan adalah membuat secara umum, kemudian secara spesifik tentu masing-masing punya spesifiknya,” jelasnya.

Berita Populer
Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved