Lapangan Sepakbola Serta GOR Bulutangkis di Kota Depok Sudah Bisa Digunakan kata Walkot Depok
Untuk mencegah penyebaran Covid-19, fasilitas publik, termasuk fasilitas olahraga di kota Depok, Jawa Barat hanya diperuntukkan latihan saja.
Editor:
Toni Bramantoro
TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Untuk mencegah penyebaran Covid-19, fasilitas publik, termasuk fasilitas olahraga di kota Depok, Jawa Barat hanya diperuntukkan latihan saja.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah memperlonggar sejumlah fasilitas publik di Kota Depok, termasuk fasilitas olahraga.
"Kami sudah membuka kembali fasilitas-fasilitas olahraga di Kota Depok. Tapi tentunya tetap ada pembatasan. Salah satunya, fasilitas olahraga tersebut dibuka hanya untuk latihan, bukan dipergunakan untuk menggelar turnamen," ungkap Wali Kota Depok, Mohammad Idris.
Mohammad Idris yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok itu, saat ini masyarakat sudah dapat kembali menggunakan fasilitas-fasilitas olahraga seperti lapangan Sepakbola, GOR Bulutangkis, dan sebagainya.
Namun, mereka tidak bisa memakainya seperti situasi normal, melainkan tetap harus menggunakan protap kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak.
"Stadion bola sudah kami buka, namun hanya untuk latihan bukan untuk turnamen. Kami juga batasi 50% kapasitas kalau ada penonton (latihan). Begitu juga GOR indoor untuk badminton kami batasi," jelas Mohammad Idris.
Kebijakan itu dilakukan Idris guna mencegah banyaknya kerumunan orang yang bisa menjadi media penularan Covid-19. Apalagi, hingga Selasa (7/7/2020), Tim Gugus Tugas Kota Depok masih mencatat terdapat 838 pasien terkonfirmasi positif, 599 sembuh, dan 36 meningggal.
Sementara ODP tercatat total 4.186 kasus yang 3.575 kasus di antaranya selesai pemantauan, dan 611 lainnya masih dalam pemantauan. Sementara catatan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 1.604 orang, yang 1.355 di antaranya telah selesai dan 249 lainnya masih dalam pengawasan.
Sedangkan Oorang Tanpoa Gejala (OTG) tercatat 2.604 orang di mana 2.073 orang sudah selesai dipantau dan 531 lainnya masih dalam pemantauan.
Meski begitu, Depok termasuk kota yang mampu mengendalikan penyebaran Covid-19. Terbukti, angka kasus-kasus barunya di sejumlah kelurahan tidak terlalu signifikan.
Bahkan, ada 12 dari 63 kelurahan di Depok juga sempat nihil dari kasus konfirmasi positif dalam dua hari terakhir. Begitu juga tingkat kesembuhannya sudah mencapai 71%.
"Status Depok di provinsi saat ini masuk zona kuning, sementara di pusat masuk zona oranye. Tentunya, kami akan terus berupaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19," tutur Mohammad Idris.
Dalam konteks itu, Pemkot Depok akan mengoptimalkan peran Kampung Siaga Covid-19 berbasis RW yang dikendalikan oleh lurah dan camat dalam melakukan pemantauan. Apalagi, saat ini Kota Depok masih menerapkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) di tingkat RW. Penerapan tersebut sangat efektif menekan penyebaran Covid-19 di Kota Depok.
"Peran Kampung Siaga Covid-19 sangat mendukung penerapan PSKS, karena dapat secara langsung memantau aktivitas dan kondisi warga," ujar Mohammad Idris.
Kampung Siaga Covid-19 juga efektif memantau warga yang bekerja di luar Depok. Apalagi tak dimungkiri 60% warga Depok bekerja di luar kota, terutama di Jakarta.
"Berkat kerja keras Kampung Siaga Covid-19 juga, ada 12 kelurahan di Kota Depok yang bebas kasus Covid-19. Capaian itu harus terus dipertahankan dan ditingkatkan agar Depok bebas kasus Covid-19," kata Mohammad Idris.