MotoGP

Insiden Rem Blong, Kenapa Yamaha Berikan Maverick Vinales Rem Standar yang Akhirnya Meledak?

Vinales tetap menggunakan rem versi standar yang meledak secara dramatis pada kecepatan 230 km/jam.

Twitter MotoGP
Pebalap Yamaha Monster Energy, Maverick Vinales, menjatuhkan diri saat mengalami insiden rem blong di GP Styria 2020 di Sirkuit Red Bull Ring pekan lalu. 

TRIBUNNEWS.COM - Insiden 'rem blong' menimpa pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales pada balapan MotoGP Styria 2020.

Lantaran hal itu, Vinales gagal finis pada balapan yang berlangsung di Red Bull Ring, Minggu (23/8/2020).

Maverick Vinales menjatuhkan dirinya saat motor tengah melaju dalam kecepatan 230 km/jam karena masalah rem.

Baca: Yamaha Beberkan Penyebab Rem Maverick Vinales Blong pada MotoGP Styria 2020

Maverick Vinales tercepat di FP1 MotoGP Jepang (18/10/2019)
Maverick Vinales tercepat di FP1 MotoGP Jepang (18/10/2019) (MotoGP)

Usai masalah overheating pada balapan pembuka MotoGP 2020, pembalap Yamaha lainnya pindah ke evolusi sistem rem depan Brembo pada MotoGP Styria.

Baca: Suzuki Lebih Ngacir Ketimbang Yamaha di Red Bull Ring, Valentino Rossi: Bukan Soal Mesin Inline-4

Vinales tetap menggunakan rem versi standar yang meledak secara dramatis pada kecepatan 230 km/jam.

Sementara itu, Valentino Rossi, Fabio Quartararo, dan Franco Morbidelli beralih ke sistem pengereman depan Brembo yang berevolusi setelah masalah overheating pada MotoGP Austria.

"Apa yang terjadi pada Maverick bukanlah sesuatu yang kami harapkan," kata direktur tim Monster Yamaha Massimo Meregalli kepada situs resmi MotoGP yang dilansir BolaSport.com dari Crash.

Baca: Hal-Hal yang Bikin Suzuki Ngacir di GP Styria 2020 Menurut Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso

"Kami memilih menggunakan sistem rem standar karena Brembo membawa evolusi. Valentino, Fabio, dan Franco menggunakan sistem ini," ucap Meregalli.

"Maverick tidak menggunakannya karena motor Maverick tidak pernah mengalami suhu sangat tinggi seperti yang diderita pembalap lain akhir pekan lalu. Hal itu juga berlaku ketika dia mencoba sistem baru, dia tidak memiliki feeling yang dia cari untuk motor," tutur Meregalli.

Menurut Meregalli, dua alasan itulah yang membuat pihaknya menggunakan sistem rem konvensional.

Baca: Kata Marc Marquez Lihat MotoGP Tanpa Dirinya: Kayak Tak Ada yang Mau Menang, Semua Bikin Kesalahan

"Mungkin karena dia berada di belakang pembalap lain, dia tidak dapat mendinginkan sistem dan setelah lap kelima dia merasakan sesuatu, tetapi mencoba untuk mengaturnya," ujar Meregalli.

"Sekarang kami akan mencoba memahami dengan tepat apa yang terjadi. Tetapi, itu tidak akan mudah karena motornya tidak dalam kondisi yang baik. Saya berharap kami akan menerima lebih banyak informasi dari para teknisi Jepang kami pada MotoGP San Marino."

Adapun Rossi menjadi pembalap Yamaha teratas yang menuai hasil lebih baik dari dua balapan terakhir, MotoGP Austria dan MotoGP Styria dalam dua pekan beruntun di Red Bull Ring.

Pada MotoGP Austria, Valentino Rossi finis kelima, lalu finis kesembilan pada MotoGP Styria.

Sumber: BolaSport.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved