Breaking News:

Proses Naturalisasi Tiga Pebasket Asing Masih Belum Selesai

Sebelumnya, Brandon dan Prosper tidak bisa dimainkan karena terkendala paspor.

Super Ball/Feri Setiawan
Pemain CLS Knights Surabaya, Muhammad Toyib (kiri) berebut bola dengan pemain Pelita Jaya EMP Jakarta, Brandon Jawato (kanan) dalam final Indonesia Basketball League di Britama Arena, Jakarta, Minggu (29/5/2016) CLS berhasil menjadi juara usai mengalahkan Pelita Jaya dengan skor 61-67. Super Ball/Feri Setiawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Manajer Timnas Basket Indonesia, Fareza Tamrella mengatakan bahwa proses naturalisasi ketiga pemainnya masih belum selesai.

Meskipun Komisi III DPR RI telah menyetujui tiga pemain asing basket, Brandon Jawato, Lester Prosper dan Kimberly Pierre Louis untuk bisa dinaturalisasi dalam rapat bersama Menpora Zainudin Amali dan Menkumham, Yasonna Laoly, Senin (5/10/2020).

Menurut Fareza, setelah mengantongi persetujuan dari Komisi III, pihaknya masih harus rapat kembali dengan Komisi X, kemudian SK ditandatangani Presiden RI, lalu pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan terakhir paspor.

Baca: Menpora Beberkan Alasannya Beri Rekomendasi Marc Klok dan Tiga Atlet Basket Jadi WNI

“Jadi prosesnya masih belum selesai,” kata pria yang akrab disapa Mocha tersebut kepada wartawan.

Ia pun berharap proses ketiga pemain asing basket tersebut bisa tuntas pada bulan ini dan sah menjadi warga negara Indonesia.

“Harapannya bulan ini selesai semua karena ini melibatkan banyak pihak ya. Dari mulai DPR, Menpora, Kemenkumham, tapi mereka mendukung kita semua,” sambungnya.

Baca: Menpora Beberkan Alasannya Beri Rekomendasi Marc Klok dan Tiga Atlet Basket Jadi WNI

Seperti diketahui, Brandon Jawato dan Lester Prosper dipersiapkan Timnas Basket Indonesia putra yang akan berlaga di FIBA Asia 2021 dan FIBA World Cup 2023 di mana Indonesia menjadi tuan rumah. Sementara Kimberly Pierre Louis untuk memperkuat Timnas basket  putri.

Sebelumnya, Brandon dan Prosper tidak bisa dimainkan karena terkendala paspor.

Hasilnya pun terbukti, merah Putih habis dibantai Filipina (70-100) dan Korea Selatan (76-109) di rumah sendiri pada Februari lalu.

Indonesia masih menyisakan laga melawan Thailand dan Korea Selatan pada windows kedua dan ketiga pada November 2020 dan Februari 2021.

“Insya Allah bisa (main di kualifikasi FIBA Asia Cup November 2020). Artinya kalau semua beres dan tidak ada halangan lagi,” pungkasnya.

Selain, ketiga pebasket asing, dalam rapat tersebut, Komisi III DPR RI juga turut menyetujui pesepakbola asal Belanda Marc Anthony Klok.

Pemain yang kini membela Persija Jakarta tersebut diajukan naturalisasi guna memberikan pengaruh besar di Timnas Indonesia senior sehingga bisa memperbaiki peringkat Indonesia di FIFA.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved