Breaking News:

MotoGP

Marc Marquez Sebut Hal Ini Jadi Faktor Kegagalan Fabio Quartararo Jadi Juara Dunia MotoGP

Quartararo berulangkali pernah menghuni peringkat pertama dalam klasemen, tetapi selalu kesulitan mempertahankan konsistensi.

twitter/@MotoGP.com
Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengalami kecelakaan pada sesi latihan bebas ketiga MotoGP Aragon di Sirkuit Aragon, Spanyol, 17 Oktober 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengetahui penyebab kegagalan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) menjadi juara dunia MotoGP 2020.

Penampilan Fabio Quartararo selama musim ini mengalami peningkatan yang membuatnya menjadi penantang gelar MotoGP 2020.

Akan tetapi, performa Fabio Quartararo mengalami inkonsisten selama musim ini.

Pebalap asal Prancis itu berulangkali pernah menghuni peringkat pertama dalam klasemen, tetapi selalu kesulitan mempertahankan konsistensi.

Baca juga: Valentino Rossi: Saya Sudah Berikan Segalanya pada Yamaha, Tapi Apa yang Berubah?

Alhasil, Quartararo hanya mampu menyelesaikan perlombaan musim ini di peringkat ke-8 usai melewati 15 seri MotoGP tahun ini.

Prestasinya selama balapan musim ini adalah tiga kali menembus zona podium dengan semuanya berakhir kemenangan.

Terkait penampilan Quartararo selama musim ini, Marc Marquez mencoba untuk menganalisisnya.

Berbicara kepada DAZN, Marquez menilai tekanan menjadi penyebab Quartararo gagal tampil konsisten.

Baca Juga: Cal Crutchlow Buka-bukaan, Honda Sempat Tawari Peran Baru Sebelum ke Yamaha

Kesulitan mengendalikan tekanan menjadi penyebab kegagalan pebalap 21 tahun itu berjuang di papan atas musim ini.

"Bukan hal yang mudah untuk mempunyai beban harus menang. Menangani tekanan terkadang lebih rumit daripada mencari kecepatan," kata Marquez dikutip BolaSport.com dari Tuttomotoriweb.

"Quartararo tidak pernah juara dunia, jadi menjadi penantang merupakan hal baru baginya."

"Inilah alasan saya juga ingin juara di Moto2 sebelum tiba di MotoGP. Saya pikir penting untuk tidak terburu-buru melalui tahapan ini," ucapnya menambahkan.

Marc Marquez menjelaskan tekanan yang diterima saat berada di kelas MotoGP.

"Di MotoGP, tekanannya besar dan perhatian semua orang terhadap Anda dapat membuat Anda tidak stabil jika Anda belum pernah menangani hal ini di kelas kedua," ucap pembalap Spanyol itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved