Breaking News:

Raih Medali Perak Olimpiade 8 Tahun Silam, Lifter Citra Febrianti Terima Bonus Rp 400 Juta Tahun Ini

Kucuran bonus itu seiring kepastian status juara Citra Febrianti pada Olimpiade di London 8 tahun silam tersebut

Dok: Youtube Kemenpora
Menpora Zainudin Amali bersama dengan Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari saat memberikan bonus kepada Citra Febrianti atas ditetapkannya dirinya sebagai peraih medali perak Olimpiade 2012. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan bonus Rp 400 juta  kepada lifter putri Indonesia, Citra Febrianti atas raihan medali perak Olimpiade 2012 cabang angkat besi.

Kucuran bonus itu seiring kepastian status juara Citra Febrianti pada Olimpiade di London 8 tahun silam tersebut.

Citra Febrianti berhak mendapatkan bonus itu lantaran komisi disiplin IOC mendiskualifikasi peraih medali emas Zulfiya Chinshanlo asal Kazakhstan dan medali perunggu Cristina Lovu (Moldova) lantaran terbukti menggunakan doping.

Baca juga: Laboratorium Anti-Doping Nasional Pertama Akan Dibangun di Solo

Melalui surat resmi tertanggal 19 November 2020, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memastikan medali perak untuk Citra, Citra sendiri yang turun di kelas 53 kg pada Olimpiade 2012 berada di peringkat keempat.

Menpora Zainudin Amali yang memberikan langsung bonus tersebut kepada Citra mengatakan bahwa pemberian bonus ini merupakan komitmen Kemenpora yang terus memperhatikan atlet-atlet berprestasi dalam mengharumkan nama Indonesia.

“Kejadian 8 tahun lalu 2012, ini tetap kami lakukan (pemberian bonus) karena ini komitmen kami untuk apresiasi kepada atlet walaupun itu sudah terjadi lama,” kata Menpora di Kemenpora, Senin (21/12/2020).

“Ini kewajiban Kemenpora, maka harus dilakukan karena itu sudah jadi tekad dan komitmen kami untuk apresiasi dan beri penghargaan kepada atlet,” sambungnya.

Lebih lanjut, Menpora juga mengingatkan agar kejadian ini bisa jadi pelajaran untuk para atlet, pelatih dan cabang olahraga untuk tak mengizinkan atau menggunakan doping.

Menurutnya, hal itu bisa mencederai sportivitas dan dampak lebih buruk lagi bakal mencoreng nama negara.

Sementara itu, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta mengatakan untuk pemberian bonus kepada pelatih masih menunggu laporan dari PB PABSI, siapa-siapa saja pelatih yang terlibat di Olimpiade 2012.

“Hari ini, pemberian bonus belum termasuk pelatih karena tunggu surat dari Pak Joko. Pasti hafal siapa yang kala itu melatih. Kemungkinan tahun depan kalau sekarang tidak memungkinkan,” jelasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved