Breaking News:

Menpora Ajukan ke Menkes Agar Atlet dan Ofisial Bisa Mendapatkan Prioritas Suntik Vaksin

Zainudin Amali juga bakal mengajukan kepada Kementerian Kesehatan agar para atlet dan ofisial bisa mendapatkan vaksin

tribunnews.com/abdul majid
Menpora Zainudin Amali saat melakukan konferensi pers secara daring terkait perkembangan olahraga di Indonesia, Rabu (13/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pagi tadi Presiden Joko Widodo jadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19. Prosesi penyuntikan vaksin ke tubuh Jokowi pun disiarkan secara langsung agar masyarakat percaya dengan vaksin Covid-19.

Vaksin covid-19 buatan Sinovac yang sudah tiba di Indonesia nantinya diprioritaskan untuk tenaga kesehatan lebih dulu.

Akan tetapi, Menpora Zainudin Amali juga bakal mengajukan kepada Kementerian Kesehatan agar para atlet dan ofisial yang menjalani kejuaraan dalam waktu dekat juga bisa mendapatkan prioritas.

“Kami upayakan prioritaskan yang tentunya untuk atlet-atlet yang segera ikut event. Nah itu akan kami serahkan datanya kepada pihak Kemenkes. Tentu Kemenkes akan melihat kapan dibutuhkan, kapan akan bertanding. Nah itu pihak Kemenkes yang tentukan,” kata Menpora dalam konferensi pers secara daring, Rabu (13/1/2021)

“Kami tidak bisa tentukan kapannya, kan memang prioritas awal Nakes. Jadi nanti kebutuhan atlet dan ofisial akan dilihat dulu, yang jelas bukan cuma Timnas (sepakbola) saja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menpora juga menjelaskan nantinya setiap timnas cabang olahraga yang akan mengikuti kejuaraan akan mendapatkan vaksin begitu pun dengan pelatih asing atau ofisial asing lain di dalam tim tersebut.

Seperti diketahui, dalam waktu dekat tepatnya pada Maret 2021, Timnas Indonesia U-19 akan mengikuti kejuaraan Piala Asia U-19 di Uzbekistan.

Timnas U-19 saat ini dinahkodai oleh Shin Tae-yong dan tiga asisten pelatih lainnya yang berasal dari Korea Selatan.

“Nah, tentu juga untuk semua ofisial. Untuk Shin Tae-yong juga, tidak akan kami bedakan. bukan cuma sepakbola, cabor lainnya juga seperti di renang, menembak ada pelatih asingnya,"

"Jadi itu bisa kami lakukan tentu mereka paham dengan kebutuhan itu, kan tidak mungkin atletnya saja, terus pelatihnya tidak. Kami akan sama-sama. Ini kebutuhan semua, apalagi cuma beberapa (pelatih asing) saja,” jelasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved