Breaking News:

Indonesia Marathon 2021

Persiapan Indonesia Marathon Sudah Matang: Protokol Kesehatan Jadi Fokus Utama

Untuk lokasi dan jadwal Indonesia Marathon, panitia sudah menyiapkannya, begitu juga dengan protokol kesehatan.

tribunnews.com/abdul majid
Menpora Zainudin Amali saat bermain lomba lari virtual di acara Launching Indonesia Marathon, Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020). 

“Dari komite sendiri kami sudah siapkan satgas, khusus yang menangani Covid-19 dan kebetulan saya salah satu yang membuatkan peraturan untuk event yang telah disetujui oleh Kemenparekraf dan tembus ke lintasan menteri dan sudah dilaksanakan oleh Borobudur Marathon,” kata Riena.

“Saya sendiri yang merancang (sistem bubble) dan sudah dapat persetujuan dari IAF. Itu yang sudah kita kerjakan bersama World Major Marathon salah satunya Boston dan Marathon besar lainnya. Jadi kalau saya rasa dari teknisnya sudah sekitar 75 persen dan 25 persennya itu kita tinggal koordinasi dengan stakeholder,” jelasnya.

Sementara itu, jika Indonesia Marathon sudah mendapatkan izin dan bisa terselenggara pada pertengahan tahun ini, dikatakan Riena untuk peserta juga bakal disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Pasalnya, saat ini banyak negara yang menerapkan travel bubble yakni suatu negara yang berhasil mengontrol Covid-19 sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.

Gelembung ini akan memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas dan menghindari kewajiban karantina mandiri.

“Peserta yang ikut ribuan, tapi kalau kami di new normal seperti ini dengan adanya travel bubble yang sudah dibuka tentunya terbuka untuk semua negara tapi kalau ada travel bubble kami mengutamakan lokal dan negara-negara tetangga. Kalau event maju tentunya negara-negara tetangga juga akan berani masuk ke Indonesia,”

“Kami juga sudah dapat sounding dari Singapore Marathon. Shanghai Marathon sudah menyelenggarakan dengan 9 ribu orang, tidak ada kasus itu akhir November. Guangzhou Marathon itu Desember dan di Thailand ada 15 ribu peserta di bulan Oktober. Jadi kalau kita jalankan dengan protokol yang sudah kita buat tentu harusnya risikonya bisa kecil,” pungkas Riena.

Sementara itu, untuk lokasi dan jadwal Indonesia Marathon, panitia sudah menyiapkannya, begitu juga dengan protokol kesehatan.

Hanya saja, pihaknya belum bisa membeberkan lantaran masih melihat dinamika pandemi Covid-19 di Indonesia.

Riena pun berharap munculnya vaksin Covid-19 membuat Indonesia Marathon yang rencana diadakan pada pertengahan tahun ini bisa berjalan dengan baik.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved