Breaking News:

Tips Aman Berlari dan Bersepeda di Tengah Pandemi Covid-19

banyak orang belum menyadari, berolahraga dalam kondisi seperti ini ternyata punya aturan tersendiri misalnya mengenakan masker.

Tribunnews/Jeprima
Sejumlah pesepeda mengikuti acara Rudy Project Charity Ride di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2020). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi pesepeda agar tetap menjalani protokol kesehatan walaupun saat bersepeda. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan kegiatan amal yang dilakukan para member dengan melelang barang yang nantinya akan disumbangkan kepada yang membutuhkan. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hadirnya pandemi Covid-19 membuat masyarakat kini mulai lebih peduli dan sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan.

Terlebih daya tahan tubuh yang kuat dijelaskan bisa menangkal virus corona masuk ke tubuh kita.

Upaya untuk menjaga kondisi tubuh saat ini yang kerap dilakukan orang-orang yakni berolahraga. Tak ayal, kini banyak sekali orang-orang yang berlari bahkan bersepeda menjadi tren di tengah pandemi Covid-19.

Akan tetapi banyak orang belum menyadari, berolahraga dalam kondisi seperti ini ternyata punya aturan tersendiri misalnya mengenakan masker.

Riena Tambunan, direktur lomba Indonesia Marathon menjelaskan masker tidak melulu harus digunakan ketika berolahraga. Apalagi olahraga lari yang dinilainya tergolng olahraga berat.

“Sebenarya kalau di Indonesia itu adalah yang paling penting social distancing. Berlari olahraga yang berat itu tidak disarankan menggunakan masker tapi yang paling penting adalah jaga jarak. Misal saya lari, ada pelari dari sana kita bisa berhenti dulu,” kata Riena saat mengunjungi kantor Tribun Network, Rabu (20/1/2021).

Menurut Riena, lari merupakan olahraga aerobik yang pastinya membuat seseorang akan merasa lebih cepat capek dan butuh banyak oksigen yang masuk ke dalam tubuh.

Sehingga mengenakan masker pada saat berlari jadi hal yang sangat terlarang karena justru akan membuat orang itu kekurangan oksigen.

Sebaliknya, olahraga bersepeda yang digolongkan sebagai anaerobik justru harus mengenakan masker selama menjalani kegiatan tersebut.

“Kalau bersepeda itu wajib pakai masker, kenapa karena tingkat aerobik dan anaerobik itu berbeda. Kalau sepeda itu bukan kekuatan aerobic, menggunakan alat bantu. Kalau lari kan sudah otomatis 100 persen aerobik. Otot yang dipakai juga berbeda,” kata Riena.

“intinya khusus olahraga lari jangan kenakan masker saat berlari dan yang terpenting jaga jarak,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Riena menjelaskan kejujuran antar teman saat melakukan olahraga secara bersamaan juga jadi hal yang sangat penting, karena dengan saling jujur perihal kondisi masing-masing itu membuat kita terjaga dan menunjukkan rasa kepedulian dengan orang sekitar.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved