Breaking News:

Cabang Unggulan Grand Desain Olimpiade 2032, Salah Satunya Cabor Akuatik kata Zainudin Amali

Zainudin Amali mengatakan cabang olahraga akuatik yang ada di bawah naungan PB PRSI bakal masuk dalam perencanaan grand desain Olimpiade 2032.

tribunnews.com/abdul majid
Menpora Zainudin Amali foto bersama dengan Ketua Umum PB PRSI, Anindya Bakrie usai mengadakan pertemuan di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (18/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengatakan cabang olahraga akuatik yang ada di bawah naungan PB PRSI bakal masuk dalam perencanaan grand desain Olimpiade 2032.

Selain renang, olahraga akuatik yang di bawah naungan PB PRSI yakni Polo Air, Loncat Indah, Renang Indah dan Open Water.

“Cabang olahraga akuatik ini kita masukkan dalam cabang unggulan di grand desain yang sedang kita susun serta dalam master plan yang kita persiapkan untuk (Olimpiade) 2032,”  kata Menpora Amali.

Dengan begitu, apabila Olimpiade 2032 yang kini tengah diupayakan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk bisa diselenggarakan di Indonesia, cabor akuatik bakal jadi salah satu cabor yang bisa meraup banyak medali.

“Syukur-syukur kita bisa menjadi tuan rumah dengan menang bidding. Tentu kita tidak ingin hanya menjadi penyelenggara tetapi juga berprestasi,” ujar Menpora.

“Cabang akuatik  menjadi cabang unggulan yang akan  dipersiapkan dari sekarang, termasuk pembinaan usia dini,” sambungnya.

Mendengar rencana tersebut, Ketua Umum PB PRSI, Anindya Bakrie bakal melanjutkan program yang dinilai sudah bagus.

khusus persiapan jelang Olimpiade 2032, pihaknya akan memperkuat sektor pembinaan usia dini sehingga pada waktunya nanti atlet-atlet sudah dalam keadaan siap untuk menorehkan prestasi.

“Kami tadi sudah sampaikan akan melanjutkan program yang sudah baik dan melakukan evaluasi dan melakukan perbaikan bagi yang belum,” kata Anindya.

“Terutama dari sisi pembinaan melihat banyak teman senior yang sudah baik tetapi kami merasa harus ada lebih banyak lagi bibit-bibit yang bisa menjadi andalan di 2032. Karena mereka saat ini baru berusia sekitar 9-11 tahun, sehingga kita harus mencari,” lanjutnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved