Breaking News:

Kento Momota Ukir Sejarah Seusai Masuk Nominasi Laureus World Sports Award

Laureus World Sports Award merupakan penghargaan paling prestisius di dunia bagi individu maupun tim dari berbagai cabang olahraga.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pebulu tangkis tunggal putra Jepang Kento Momota menunjukkan medali usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putra Denmark Viktor Axelsen pada pertandingan final kejuaraan Blibli Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018). Kento Momota berhasil menjadi juara setelah menaklukan unggulan satu asal Denmark tersebut dengan skor 21-14 dan 21-9. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Pebulu tangkis tunggal putra asal Jepang, Kento Momota, masuk dalam nomine Laureus World Sports Awards 2021.

Laureus World Sports Award merupakan penghargaan paling prestisius di dunia bagi individu maupun tim dari berbagai cabang olahraga.

Kento Momota bersaing dengan lima atlet lain dari cabang olahraga berbeda untuk meraih gelar di kategori Comeback of The Year 2021.

Kelima atlet tersebut, yakni Alex Morgan (sepak bola), Alex Smith (American football), Daniel Bard (bisbol), Max Parrot (snowboard) dan Mikaela Shiffrin (ski).

Dengan nomine ini, Kento Momota pun mengukir sejarah. Pasalnya, berdasarkan data Laureus sejak 2000-2020, belum pernah ada pebulu tangkis yang masuk dalam nominasi penghargaan olahraga paling presitisius di dunia ini. 

Adapun, Kento Momota dipilih berkat keberhasilannya bangkit usai cedera yang dialaminya.

"Pebulu tangkis nomor satu dunia kembali berkompetisi di Kejuaraan Nasional Jepang pada Desember 2020," tulis keterangan resmi Laureus.

"Dia khawatir kariernya akan berakhir setelah mengalami cedera retak tulang di rongga mata akibat kecelakaan dalam perjalanan pulang usai menjuarai Malaysia Masters 2020."

"Momota, yang diharapkan menjadi andalan Jepang untuk meraih medali emas Olimpiade Tokyo, sekarang mencoba untuk mengembalikan performa yang membuatnya memenangi 11 gelar tahun lalu."

"Dia mengaku bahwa jiwanya 'hampir hancur' setelah operasi yang membuat penglihatannya terganggu."

Halaman
123
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved