Breaking News:

All England 2021

Gus Miftah dan Dua Legenda Bulutangkis Bicara Kisruh All England

Asa meraih prestasi di ajang tersebut pun justru hancur ketika para atlet diperintahkan untuk meninggalkan arena.

Tribunnews/Jeprima
Tim bulu tangkis All England Indonesia berada di dalam bus sesaat setelah tiba kembali di Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (22/3/2021) malam. Tim All England Indonesia dipaksa mundur dari kejuaraan All England 2021 setelah 20 dari 24 anggota tim menerima surat elektronik atau e-mail dari National Health Service (NHS) Inggris terkait kebijakan pada masa pandemi Covid-19 yang berlaku di negara tersebut. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badminton Indonesia mengguncang dunia setelah dikeluarkan secara paksa dari turnamen bergengsi All England.

Asa meraih prestasi di ajang tersebut pun justru hancur ketika para atlet diperintahkan untuk meninggalkan arena.

Gus Miftah dalam program 'Ngobrol Bareng Gus Miftah' akan mengundang dua legenda bulutangkis Ricky Soebagdja dan Icuk Sugiarto yang akan tayang di iNews pada Jumat (26/3/2021) pukul 21.00 WIB.

“Jangan pernah menyerah, karena saat kamu menyerah semuanya akan berakhir. Kadang jatuh itu perlu agar kita mengenal siapa yang mengulurkan tangan untuk kita," kata Gus Miftah dalam pesannya.

Baca juga: Bangkit dari Keterpurukan, Lee Zii Jia Ceritakan Momen Tersulit sebelum Juarai All England

Seperti diketahui, tim Indonesia dipaksa mundur karena mendapat instruksi untuk melakukan isolasi mandiri selama 10 hari dari otoritas kesehatan Inggris yaitu NHS.

Indonesia diharuskan melakukan isolasi karena satu pesawat dengan penderita Covid-19 dalam penerbangan dari Istanbul menuju Birmingham. 

Tidak ada yang salah dengan keputusan BWF dan panitia All England untuk mengeluarkan tim Indonesia karena mereka hanya menuruti protokol kesehatan.

Baca juga: Isi Lengkap Surat Permintaan Maaf BWF ke Indonesia Atas Insiden All England 2021

Namun, para pemain geram karena tidak mendapat kesempatan yang sama dengan pemain lain yang masih diperbolehkan bertanding meski menanggung risiko yang sama.

“Begitu luar biasa kekecewaan, marahnya, kesalnya tim Indonesia seperti mimpi”, ujar Ricky Soebagdja selaku Manajer Tim Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved