Chef de Mission Kontingen Olimpiade Indonesia Kirim Surat ke PPK-GBK Soal Latihan Atlet

Rosan P Roeslani kembali memantau langsung persiapan atlet Indonesia jelang tampil pada Olimpiade 2020 Tokyo.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
YouTube Sekretariat Presiden
Rosan P Roeslani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Chef de Mission (CdM) kontingen Olimpiade, Rosan P Roeslani kembali memantau langsung persiapan atlet Indonesia jelang tampil pada Olimpiade 2020 Tokyo.

Kunjungan kali ini, Rosan bersama dengan Sekjen NOC Indonesia, Ferry J Kono melihat langsung atlet atletik Indonesia, Lalu Muhammad Zohri yang tengah berlatih.

Namun, dalam kunjungan kali ini dirinya merasa miris lantaran atlet yang bakal berlaga di Olimpiade justru persiapannya terganggu karena berlatih di tempat tak standar.

Seperti diketahui, seharusnya atlet atletik berlatih di area dalam Stadion Madya, namun karena Stadion Madya disewa untuk keperluan lain, mereka pun mengalah dan berlatih di belakang Stadion Madya.

Melihat keadaan tersebut, Rosan mengatakan bakal mengoptimalkan agar Lalu Muhammad Zohri bisa berlatih di lapangan utama.

“Secara keseluruhan persiapan atlet menuju Olimpiade Tokyo sangat baik. Namun, kami mendapat masukan bagus pada kunjungan kali ini yakni persiapan atlet tidak boleh terganggu karena lapangan utama tak bisa digunakan untuk berlatih. Ini hal penting, apalagi ini untuk persiapan Olimpiade,” kata Rosan, Kamis (3/6/2021).

Untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) ini akan mengirim surat ke Pusat Pengelola Kawasan Gelora Bung Karno (PPKGBK).

“Nanti melalui NOC, kami akan berkirim surat kepada PPKGBK. Saya juga akan berbicara dengan Pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) untuk memberi tahu apa yang perlu kita lakukan bersama dalam rangka persiapan Olimpiade yang semakin dekat,” kata Rosan.

Sementara itu, Sekjen PB PASI Tigor Tanjung mengapresiasi kunjungan CdM dan NOC Indonesia.

Ia berharap, CdM bisa memberikan solusi bagi mereka.

“Latihan berjalan baik, meski hambatan tetap ada. Seperti yang terjadi hari ini, atlet tidak bisa latihan di lapangan utama dan kami terpaksa latihan di belakang yang tidak memenuhi standar. Semoga ada jalan keluar. Tadi juga atlet menyampaikan kenyamanan baju bertanding dan semuanya direspon sangat positif oleh CdM serta NOC Indonesia,” kata Tigor.

“Tantangan kami untuk Olimpiade Tokyo ini tidak  mudah. Pandemi membuat atlet kami kesulitan mengikuti kualifikasi. Tapi, kami punya satu tempat (dari jalur wildcard) untuk atlet putri yang tidak lolos kualifikasi. Nama ini akan kami serahkan kepada NOC Indonesia dalam beberapa hari kedepan,” sambungnya.

Terpisah, Zohri gembira atas perhatian yang diberikan CdM serta NOC Indonesia kepada dirinya dalam menghadapi persiapan Olimpiade Tokyo. Ia berjanji akan tampil  maksimal demi mengharumkan nama Merah Putih di Negeri Sakura.

“Saya berterima kasih karena sudah dijenguk saat latihan. CdM tadi juga memberikan motivasi dan beliau mendengar apa saja yang kami butuhkan untuk kenyamanan persiapan Olimpiade Tokyo nanti,” kata Zohri yang tengah membidik target untuk menjadi pelari Indonesia pertama yang berlari di bawah 10 detik.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved