Breaking News:

NOC Indonesia Yakin Cabor Panahan Bakal Loloskan Nomor Beregu ke Olimpiade Tokyo

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) optimistis cabang olahraga panahan bisa mendapat tambahan tiket nomor beregu di Olimpiade 2020 Tokyo.

Dok. NOC Indonesia
Tim panahan Indonesia foto bersama dengan Kemenpora dan NOC Indonesia dalam acara pelepasan ke Kejuaraan Dunia Panahan di Lapangan Panahan, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKomite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) optimistis cabang olahraga panahan bisa mendapat tambahan tiket nomor beregu di Olimpiade 2020 Tokyo.

Peluang tersebut masih terbuka saat keenam atlet panahan Indonesia berlaga di kualifikasi terakhir Piala Dunia Panahan 2021 Paris, Prancis, 21-27 Juni.

Keenam atlet yang dipersiapkan PP Perpani yakni  yaitu Riau Ega Agatha Salsabila, Arif Pangestu, Alviyanto Bagas Prastyadi, serta Diananda Choirunnisa, Titik Kusuma Wardahani, dan Rezza Oktavia.

 “Selamat bertanding kepada seluruh atlet yang akan mengikuti Piala Dunia Panahan 2021. NOC Indonesia yakin tim panahan mampu mendapat hasil terbaik sehingga Indonesia bisa menambah atlet di Olimpiade Tokyo,” kata Arlan Perkasa Lukman, Komite Eksekutif Bidang Pengawasan dan Harmonisasi Luar dan Dalam Negeri NOC Indonesia.

Saat ini, panahan Indonesia telah mengamankan dua tiket Olimpiade dari nomor recurve perseorangan putra dan putri.

Kesempatan untuk menambah tiket dari nomor beregu terbuka apabila Indonesia masuk tiga besar di Paris.

Jika berhasil menambah atlet di nomor beregu, kuota di nomor perorangan secara otomatis akan dialokasikan untuk negara lain.

Sementara itu, pelatih panahan nasional Lilies Handayani meyakini anak-anak latihnya mampu memenuhi target tersebut.

“Kami sudah mencoba latihan dalam kondisi berangin dan tanpa angin. Anak-anak sudah siap, mungkin yang perlu diperhatikan adalah mental tanding. Bagaimana mereka bertemu dengan lawan-lawan berat saat di Paris,” kata Lilies.

Seperti diketahui, tim recurve putra Indonesia akan bersaing dengan 37 negara. Sementara tim recurve putri berkompetisi dengan 29 negara.

Berbicara peta kekuatan, Lilies mengatakan, Indonesia harus mewaspadai AS dan negara pecahan  Uni Soviet.

“Berbicara peluang, putra dan putri tentu memiliki peluang yang sama untuk mendapat tiket nomor beregu. Namun, mungkin yang potensinya lebih terbuka adalah tim recurve putra,” jelasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved