Breaking News:

Pelatih Gulat DKI Jakarta: Sulit Kenalkan Gulat ke Masyarakat Soalnya Masih Dianggap Smack Down

Gulat merupakan olahraga individu yang menjanjikan prestasi pula di kancah internasional, bahkan kejuaraan dunianya pun terbilang banyak

wartakota
Dedy Rukmana, pelatih gulat PON DKI Jakarta 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Olahraga gulat tidak begitu familiar di DKI Jakarta. Padahal, olahraga ini merupakan salah satu olahraga tertua di dunia dan diperlombakan di Olimpiade.

Tidak terkenal membuat olahraga ini pun sepi akan peminat. Bahkan Dedy Rukmana selaku Pelatih Tim Gulat DKI Jakarta yang disiapkan ke PON Papua menyebut penting untuk memperkenalkan gulat sejak sekolah dasar.

Hal ini untuk mendapatkan bibit-bibit atlet gulat yang mengharumkan nama daerah atau negara kelak.

Pengenalan itu bisa di kegiatan ektrakulikuler maupun lewat buku olahraga, yang disesuaikan pula dengan kemampuan pendidik yang mengerti tentang gulat.

Gulat merupakan olahraga individu yang menjanjikan prestasi pula di kancah internasional, bahkan kejuaraan dunianya pun terbilang banyak, dan pegulat Indonesia tetap punya kans untuk mendominasi Asia. Tentunya dengan kerja keras serta disiplin.

"Tak dipungkiri sangat sulit memperkenalkan gulat ini. Di Indonesia bahkan banyak mengartikan gulat itu smack down, padahal beda. Smack Down itu hiburan dan diatur sedemikian rupa. Beda jauh dengan gulat yang memang olahraga yang sejak dulu sudah ada," ujar Dedy, Senin (14/6/2021).

Lanjutnya, pola pikir gulat adalah smack down itu mesti diubah dengan mengenalkan gulat sejak dini.

Untuk DKI Jakarta sendiri, Dedy menyebut setiap wilayah sudah punya pengurus cabang gulat, namun atlet-atlet gulat sulit dicari karena minimnya minat akan olahraga ini. 

"Harapannya ya semoga gulat juga diperhatikan ya. Promosinya sejak dini pula, pembangunan fasilitas gulat. Karena gulat ini besar peluangnya berprestasi. Namanya juga olahraga perorangan. Persaingan di tingkat wilayah pun sedikit. Jadi berpeluang pula masuk ke timnas dan kekejuaraan internasional," tambahnya.

Untuk kategori sendiri, dalam gulat ada gaya grigor dan gaya bebas.

"Gaya grigor itu mulai dari kelas 60 Kg hingga 130 Kg, di gaya bebas kelasnya 57 Kg hingga 125 Kg. Di luar negeri sana bahkan gulat sangat populer, tapi disini masih berjuang memperkenalkan gulat ini," sambungnya.

Ada pun di PON Papua, Oktober mendatang, DKI Jakarta mengirimkan lima pegulatnya untuk meraih medali emas. 

Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved