Sabtu, 30 Mei 2026

Olimpiade Tokyo Berbeda dengan Olimpiade Sebelumnya kata Herry Iman Pierngadi

Herry Iman Pierngadi menilai perhelatan Olimpiade kali ini sangat  berbeda dengan Olimpiade sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Tribunnews/Abdul Majid
Herry Iman Pierngadi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi menilai perhelatan Olimpiade kali ini sangat  berbeda dengan Olimpiade sebelumnya.

Pasalnya, Olimpiade Tokyo yang bergulir di tengah pandemi Covid-19 membuat seluruh pemain yang tampil tak hanya memikirkan pertandingan saja tapi juga memikirkan dirinya agar tidak terpapar Covid-19.

“Jadi menurut saya sih kalau event sebesar ini, Olimpiade semua juga mempersiapkan semaksimal mungkin,” kata Herry IP dalam bincang-bincang bersama media secara daring, Rabu (7/7/2021).

“Tapi kali ini lain daripada yang lain. Jadi musuh banyak, jaga diri agar tak positif, bertanding, belum mikirin lawan musuhnya. Ini unik karena ada pandemi dan ini dialami semua tim,” sambungnya.

Herry menambahkan dengan adanya kondisi seperti ini seluruh tim atau pemain yang tampil juga bakal kembali menerka-nerka, lantaran minimnya kejuaraan yang digelar di tengah pandemi ini.

Begitu juga dengan anak asuhnya, Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra yang terakhir bertanding di All England pada Maret lalu.

“Sementara China sudah hampir 1,5 tahun tak tanding. Paling itu saja yang belum kami ketahui kekuatan sesungguhnya,” kata Herry.

“Lalu ada pemain-pemain dari Taipei yang di januari luar biasa bisa juara 3 turnamen. Jadi musuhnya satu persatu harus diperhatikan,” lanjutnya.

Di sisi lain, Herry IP juga mengatakan dirinya harus kerja maksimal lantaran sektornya ditargetkan untuk bisa meraih medali emas di Olimpiade Tokyo.

Untuk itu ia berharap di undian nanti Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan bisa mendapatkan keuntungan sehingga muda melenggang ke partai puncak.

“Kedua, untuk atasi pressure pemain apalagi memang ganda putra ditargetkan supaya bisa berikan medali, ini yang harus saya atur suasana mental mereka saat hari H nya,” kata Herry.

“Untuk 10 hari di Kumamoto mungkin masih tidak terlalu tegang tapi setelah hari H-nya, hari pertama main karena sudah lama tak tanding, itu tergantung dari keuntungan dari drawing nanti. Hasil undian menentukan seberapa jauh pemain itu bisa bicara di turnamen. Itu aspek tersendiri lagi,” pungkasnya

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved