Breaking News:

Olimpiade 2021

Lalu Muhammad Zohri dan Alvin Tehupeiory Berangkat ke Jepang Tanggal 24 Juli

Chief de Mission tim Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan seluruh atlet sudah ada di Tokyo dalam keadaan sehat

Tribunnews/Abdul Majid
Pelari 100 meter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Chief de Mission tim Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan seluruh atlet yang kini sudah ada di Tokyo dalam keadaan sehat.

Sejauh ini Indonesia sudah mengirim 26 atletnya. Tiga atlet yang baru saja tiba yakni Lifter Deni dan dua atlet dayung Melani Putri dan Mutiara Rahma Putri.

Sementara dua atlet lainnya dari cabor atletik yakni Lalu Muhammad Zohri dan Alvin Tehupeiory baru akan berangkat ke Jepang pada 24 Juli mendatang.

Pelari 100 meter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri saat berbincang dengan Ketum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin (3/5/2021).
Pelari 100 meter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri saat berbincang dengan Ketum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin (3/5/2021). (Tribunnews/Abdul Majid)

“Semua (atlet) alhamdulillah baik, semua rombongan, juga tim yang baru mendarat hari ini. Jadi tinggal dua atlet lagi yang tersisa dari cabang atletik (Lalu Muhammad Zohri dan Alvin Tehupeiory). Mereka akan terbang ke sini (Jepang) pada 24 Juli ini," kata Rosan kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

“Dalam hasil tes Saliva juga negatif semua. Meskipun tadi di airport (rombongan kloter ketiga) memang agak lama tapi alhamdulillah sampai di wisma atlet semuanya negatif. Nanti akan ada dites lagi dan sampelnya akan dikumpulkan sebelum pukul 6 sore,” sambungnya.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB PASI itu mengatakan tes Saliva akan dijalani para atlet Indonesia selama tujuh hari kedepan karena dianggap masih berisiko tinggi.

Bahkan, kontingen Indonesia harus terpisah dengan kontingen lainnya saat makan bersama lantaran Indonesia masuk dalam negara berisiko tinggi Covid-19.

“Begitu untuk makan, kami juga masih dipisah karena Indonesia masuk dalam klasifikasi Grup I (negara berisiko tinggi Covid-19). Kami berada di lantai dua paling pojok, bersama negara-negara lain yang statusnya sama,” kata Rosan.

Meski demikian, Rosan memastikan psikologis atlet Indonesia tak akan terganggu dan tak ada diskriminasi.

“Tidak ada seperti itu karena memang kita masuk dalam klasifikasi. Selain kita (Indonesia), ada negara-negara lain juga,” pungkasnya,

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved