Kamis, 16 April 2026

Olimpiade 2021

Tes Doping Dilakukan Secara Acak, Hou Zhihui Termasuk 5.000 Atlet Olimpiade Tokyo 2020 yang Dites

Atlet angkat besi China, Hou Zhihui menjalani tes anti-doping pada hari Selasa setelah memenangkan medali emas dalam kategori berat 49 kg

Penulis: Muhammad Barir
Richard Susilo
Perjuangan Lifter Angkat Besi Wanita Windy Cantika Aisah (19) yang menghasilkan medali perunggu 

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO- Atlet angkat besi China, Hou Zhihui menjalani tes anti-doping pada hari Selasa setelah memenangkan medali emas dalam kategori berat 49 kg.

Hou Zhihui mengalahkan Mirabai Chanu dari India dengan mengangkat 210kg untuk memenangkan gelar. Pada kategori ini, Windy Cantika asal Indonesia meraih medali perunggu.

Dikutip dari sportskeeda, Hou Zhihui menjadi salah satu dari 5.000 atlet di ajang Olimpiade Tokyo yang akan diuji doping oleh Badan Pengujian Internasional (ITA).

Olahraga angkat besi merupakan salah satu olahraga dengan kasus doping positif dengan jumlah tertinggi, Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) mengambil semua tindakan untuk mengekangnya.

IOC telah memperingatkan badan dunia tentang masalah doping dalam disiplin. Jika ada kasus lagi yang dilaporkan, disiplin akan dihapus dari program Olimpiade Paris 2024.

Untuk menghindari masalah doping di Olimpiade Tokyo, Federasi Angkat Besi Internasional telah mewajibkan semua calon atlet angkat besi untuk mengajukan rincian keberadaan untuk tes di luar kompetisi dan juga secara teratur bersaing dalam acara yang disetujui IWF untuk lolos ke Olimpiade. Acara kualifikasi terakhir adalah pada bulan April.

Atlet juga diuji oleh WADA di Olimpiade. Selain pemenang medali, WADA juga akan mengumpulkan sampel doping secara acak.

Cina telah memenangkan emas dalam kategori 49 kg putri dengan mengangkat rekor berat 210kg, delapan kilogram di atas angkatan lifter asal India.

Lifter asal India, Chanu berhasil mengangkat 87 kg di kategori smash dan 115kg di kategori clean and jerk.

Tempat ketiga ditempati oleh Windy Cantika dari Indonesia, yang mengangkat total 194 kg.

Tes doping untuk Olimpiade akan menjadi tanggung jawab ITA.

Jika seorang atlet positif menggunakan zat terlarang, sanksi akan ditangani oleh Pengadilan Arbitrase Divisi Anti-doping Olahraga (CAS ADD).

IOC tidak akan terlibat dalam pengujian atau pemberian hukuman.

Akankah Mirabai Chanu mendapatkan medali emas? Ini akan sangat tergantung tes doping WADA yang melakukan uji sampling secara acak.

Jika hasil tes Hou Zhuhui positif, performa si atlet di Olimpiadenya akan didiskualifikasi dan peraih medali perak Mirabai Chanu akan ditingkatkan menjadi emas sedangkan perunggu yang diperoleh Windy Cantika akan menjadi perak.

Namun, Asosiasi Olimpiade India belum menerima informasi terkait ini dari IOC atau WADA.

"Saya belum menerima informasi apa pun tentang ini dari WADA atau IOC," kata Sekretaris Jenderal IOA, Rajeev Mehta di akun Twitternya.

Peluang Windy Dapat Medali Perak

Windi Cantika Aisah berpeluang naik level dari yang tadinya meraih medali perunggu menjadi meraih medali perak.

Hal ini terkait dengan kondisi peraih medali emas China, Hou Zhihui yang harus menjalani tes doping.

Atlet Indonesia Windy Cantika Aisah bertanding dalam cabang olahraga angkat besi 49kg putri Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum di Tokyo, 24 Juli 2021.
Atlet Indonesia Windy Cantika Aisah bertanding dalam cabang olahraga angkat besi 49kg putri Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum di Tokyo, 24 Juli 2021. (VINCENZO PINTO / AFP)

Pada saat naik podium cabang angkat besi putri kelas 49 kg, Hou Zhihui mendapatkan medali emas. Sedangkan perak diraih atlet India, Mirabai Canu Saikhom. Sedangkan Atlet Indonesia, Windi Cantika Aisah meraih medali perunggu.

Namun setelah pertandingan, peraih medali emas China, Hou Zhihui diharuskan menjalani pemeriksaan doping.

Sehingga, dikutip dari ANI, Perak yang diraih Mirabai berpotensi ditingkatkan menjadi emas dan perunggu Windi Cantika berpeluang menjadi perak.

Zhihui Hou masih harus menjalani uji doping oleh otoritas anti-doping.

Zhihui Hou China telah mengantongi emas pada hari Sabtu dengan total 210kg dan menciptakan Rekor Olimpiade baru.

Zhihui Hou yang mengantongi emas di Olimpiade Tokyo pada hari Sabtu lalu. Dia akan diuji oleh otoritas anti-doping.

Dan jika dia gagal dalam tes, maka Mirabai Chanu dari India akan diberikan emas dan Windi akan naik level dari meraih medali perunggu menjadi meraih perak.

"Dia telah diminta untuk tinggal di Tokyo dan tes akan dilakukan. Tes itu pasti terjadi," kata seorang sumber yang mengetahui perkembangannya kepada ANI.

Zhihui Hou China telah mengantongi emas pada hari Sabtu dengan total 210kg dan menciptakan Rekor Olimpiade baru.

Aturannya jelas menyatakan, jika seorang atlet gagal dalam tes doping, maka atlet yang meraih perak, akan diberikan emas.

Mirabai Chanu telah membuka perolehan medali India pada hari Sabtu saat ia mengantongi perak dalam kategori 49kg Putri di Tokyo International Forum. Sedangkan Windi meraih medali perunggu.

Chanu mengangkat total 202 kg (87kg dalam smash dan 115kg dalam clean and jerk) selama empat upayanya yang sukses di seluruh kompetisi.

Zhihui Hou dari China membuat Rekor Olimpiade baru sementara Windy Cantika Aisah dari Indonesia meraih perunggu dengan total 194 kg.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved