Breaking News:

Olimpiade 2021

Bakal Diguyur Hadiah, Greysia Polii ke Erick Tohir: Pak Erick Masih Ingat 2012? Ini Hadiah Gantinya

Greysia Polii menceritakan kembali bagaimana Erick Thohir pernah menyemangatinya di titik rendah kariernya.

Pedro PARDO / AFP
Greysia Polii dari Indonesia merayakan kemenangan dengan Apriyani Rahayu dari Indonesia dalam pertandingan semifinal bulu tangkis ganda putri melawan Shin Seung-chan dari Korea Selatan dan Lee So-hee dari Korea Selatan selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 31 Juli, 2021. 

Abdul Majid/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri BUMN, Erick Thohir sempat berinteraksi dengan Greysia Polii/Apriyani Rahayu seusai ganda putri Indonesia itu dinobatkan sebagai peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo.

Momen interaksi antara Menteri Erick Thohir dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta.

Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir memuji permainan Greysia/Apriyani dan dirinya pun mengatakan siap memberikan bonus.

Baca juga: Sejarah! Greysia Polii/Apriyani Rahayu Rebut Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020

Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil membawa pulang medali emas dalam laga final Olimpiade Tokyo 2020 melawan ganda China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, pada Senin (2/8/2021).
Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil membawa pulang medali emas dalam laga final Olimpiade Tokyo 2020 melawan ganda China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, pada Senin (2/8/2021). (Tangkap Layar Japan Times)

“Luar biasa permainannya, top-top. Selamat-selamat ya. Sampai ketemu di Jakarta. Kita sudah koordinasi dengan Pak Menpora nih, nanti kita akan kasih hadiah,” kata mantan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tersebut.

Dalam perbincangan itu Greysia Polii menceritakan kembali bagaimana Erick Thohir pernah menyemangatinya di titik rendah kariernya.

Baca juga: Rahasia Medali Emas Olimpiade, Greysia/Apriyani Sudah Menang Saat Jejakkan Kaki di Lapangan

Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021.
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. (Pedro PARDO / AFP)

Greysia pernah didiskualifikasi pada Olimpiade London 2012 silam.

Pada Olimpiade 2016, langkah Greysia juga terhenti karena rekannya cedera lutut.

Kala itu, Nitya Krishinda Maheswari yang menjadi partner bagi Greysia Polii harus mengalami cedera lutut parah.

Keputusan pensiun terpaksa diambil oleh Nitya Krishinda mengingat parahnya cedera lutut yang dialami.

Baca juga: Presiden Joko Widodo: Selamat dan Terima kasih, Greysia/Apriyani!

Apriyani Rahayu dari Indonesia dan Greysia Polii dari Indonesia (kiri) merayakan setelah memenangkan pertandingan final bulu tangkis ganda putri melawan Jia Yifan dari China dan Chen Qingchen dari China pada Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021.
Alexander NEMENOV / AFP
Apriyani Rahayu dari Indonesia dan Greysia Polii dari Indonesia (kiri) merayakan setelah memenangkan pertandingan final bulu tangkis ganda putri melawan Jia Yifan dari China dan Chen Qingchen dari China pada Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. Alexander NEMENOV / AFP (Alexander NEMENOV / AFP)

Situasi itu membuat Greysia sudah berpikir pensiun seusai tampil di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

“Pak Erik masih ingat, ini hadiah gantinya. Bapak selalu bilang sama saya jangan menyerah waktu (Olimpiade) 2012 harus maju untuk 2016, setelah 2016 Bapak bilang jangan berhenti dulu Grey masih ada 2020, dan ini hadiahnya buat bapak,” kata Greysia yang tampak bahagia.

Baca juga: Hendra Setiawan Pamit dari Olimpiade, Pebulutangkis Singapura: Jangan Tipu Lo

Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021.
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. (Alexander NEMENOV / AFP)

Seperti diketahui, Menpora Amali sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah dipastikan akan memberikan apresiasi atau bonus kepada atlet Indonesia yang meraih medali di Olimpiade 2020 Tokyo.

Besaran atau nominal yang mereka dapatkan diumumkan setelah para atlet Indonesia tiba di Indonesia.

Jika nominal masih mengacu pada Olimpiade 2016, maka peraih medali emas akan mendapatkan bonus RP 5 miliar, perak Rp 3 miliar dan perunggu Rp 1 miliar.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved