Breaking News:

Greysia Polii/Apriyani Rahayu: NOC Indonesia dan Tim CdM Selalu Perhatikan Atlet

Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses membawa pulang medali emas Olimpiade 2020 Tokyo.

Tangkap Layar Japan Times
Greysia Polii/Apriyani Rahayu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Greysia Polii/Apriyani Rahayu, ganda puteri andalan Indonesia sukses membawa pulang medali emas Olimpiade 2020 Tokyo.

'The Smiling Champions' menyadari untaian prestasi yang telah mereka ukir tak lepas dari sosok-sosok yang bekerja keras di balik layar, terutama Komite Olimpiade Indonesia dan Tim Chef de Mission (CdM) yang bertanggung jawab atas Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020 Tokyo.

Greysia/Apriyani menjadi satu-satunya penyumbang medali emas bagi Merah Putih di Olimpiade Tokyo.

Raja Sapta Oktohari
Raja Sapta Oktohari (wartakota)

Capaian tersebut juga menjadikan mereka sebagai ganda putri Indonesia pertama yang telah menaiki podium tertinggi Olimpiade sejak kali pertama bulu tangkis dipertandingkan.

Greysia/Apriyani berterima kasih kepada NOC Indonesia, Organisasi Non-Pemerintah pimpinan Raja Sapta Oktohari serta Tim CdM untuk Olimpiade 2020 Tokyo, Rosan P Roeslani.

Mereka, telah memberi lebih dari sekadar pelayanan selama multi cabang empat tahunan paling bergengsi se-dunia edisi ke-32 ini terselenggara.

“Yang saya lihat sebenarnya NOC Indonesia dan Tim CdM selalu memerhatikan atlet-atlet, tidak pernah ada perbedaan bahwa si atlet ini unggulan dan yang ini tidak. Sekarang ini justru perhatiannya lebih sangat terasa semakin dekat, menjadi lebih erat persahabatannya,” ungkap Greysia yang telah tampil pada tiga penyelenggara Olimpiade terakhir, beberapa waktu lalu.

Greysia menerangkan perhatian yang tampak dirasakan oleh atlet-atlet adalah ketika NOC Indonesia bersama Tim CdM selalu memastikan kebutuhan para atlet. Contohnya, makanan hingga perhatian sebelum hingga setelah pertandingan.

Sedangkan Apriyani membenarkan hal tersebut. Dara kelahiran Lawulo, 29 April 1998 ini menjelaskan bahwa Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari juga sering menelepon.

Bukan sekadar memberi motivasi saja, tetapi juga untuk memastikan kondisi serta hal-hal yang dibutuhkan.

“Dari pertama kali kami belum berangkat ke olimpiade, NOC Indonesia dan CdM telah memberi perhatian dengan mengujungi kami ke Pelatnas PBSI di Cipayung. Menanyakan bagaimana persiapan kami. Semua hal yang kami perlukan juga dipenuhi. Kami diperhatikan baik masalah makanan, kesehatan, fasilitas, dan lain-lain. Menurut saya NOC Indonesia ini memang benar-benar totalitas dalam memberangkatkan Kontingen Indonesia,” papar Apriyani.

Rosan P Roeslani selaku chef de mission kontingen Indonesia untuk Olimpiade.
Rosan P Roeslani selaku chef de mission kontingen Indonesia untuk Olimpiade. (wartakota)

Perhatian yang sama, tambahnya, juga diberikan oleh CdM Rosan. Saat kepulangan ke Tanah Air, tambah Apri, CdM turut mengawal atlet-atlet yang berbelanja di Bandara Internasional Narita, Jepang.

“Jadi atlet ini selama Olimpiade kan tidak boleh kemana-mana selain ke venue pertandingan dan Desa Atlet. Jadi saat pulang, kami baru bisa belanja. Setelah dilepas oleh Pak Okto dan Duta Besar RI untuk Jepang Hari Akhmadi, Pak Rosan juga mengawal semua atlet. Bahkan, beliau memerhatikan sampai semuanya masuk ke pesawat. Jadi perhatiannya untuk Olimpiade Tokyo kali ini semuanya luar biasa,” tutur Apri.

Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 membawa pulang lima medali, satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Dengan hasil ini, Merah Putih menempati urutan 55 klasemen akhir perolehan medali.

Penulis: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved