Breaking News:

MotoGP

Curhatan Francesco Bagnaia Jelang MotoGP Amerika: Mau Tancap Gas Malah Ragu

Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia mengatakan bahwa dirinya dilema ketika balapan di COTA lantaran kualitas sirkuit yang buruk.

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
Mirco Lazzari gp/Getty Images/AFP Mirco Lazzari gp / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP
AUSTIN, TEXAS - 02 OKTOBER: (kiri) Raul Fernandez dari Spanyol dan Red Bull KTM Ajo, Francesco Bagnaia dari Italia dan Ducati Lenovo Team dan Jaime Masia dari Spanyol dan Red Bull KTM Ajo berpose dan merayakan pole position selama konferensi pers di akhir sesi latihan kualifikasi MotoGP Of The Americas - Qualifying pada 02 Oktober 2021 di Austin, Texas. 

TRIBUNNEWS.COM - MotoGP Amerika 2021 tak hanya menyoroti perburuan gelar Juara Dunia MotoGP 2021, namun termasuk kondisi lintasan.

Balapan MotoGP Amerika yang menjadi seri ke-15 MotoGP 2021 akan tersaji di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Minggu (3/10/2021) hingga Senin (4/10/2021) dini hari WIB.

Balapan kelas premier, Francesco Bagnaia dkk di MotoGP Amerika akan terhampar pukul 02.00 WIB, live Trans7.

Baca juga: Jadwal MotoGP 2021 Lengkap Jam Tayang Trans7 - Bagnaia Pole, Marquez Ogah Kecolongan di Austin

Baca juga: Jadwal MotoGP 2021 Hari Ini serta Jam Tayang Trans7 - Marquez, Quartararo dan Bagnaia Berebut Pole

Pembalap Italia, Francesco Bagnaia (#63) memimpin balapan di Moto Grand Prix Aragon di sirkuit Motorland di Alcaniz pada 12 September 2021.
Pembalap Italia, Francesco Bagnaia (#63) memimpin balapan di Moto Grand Prix Aragon di sirkuit Motorland di Alcaniz pada 12 September 2021. (LLUIS GENE / AFP)

Francesco Bagnaia menjadi kandidat Juara Dunia MotoGP 2021 selain Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).

Bagnaia kini menduduki tangga kedua lewat koleksi 186 poin. Pembalap Ducati ini berjarak 48 angka dari Quartararo yang menduduki singgasana klasemen MotoGP 2021.

Namun keluh kesah mayoritas dikeluhkan oleh para pembalap jelang balapan MotoGP Amerika.

Adalah kualitas COTA yang dinilai buruk dan tak layak untuk menggelar balapan.

Situasi ini bahkan membuat Bagnaia dilema. Jika dirinya terlalu berhati-hati dalam memacu kuda besinya, asa menjadi juara dunia bisa sirna seketika.

Namun jika memaksakan untuk tampil spartan sepanjang race, kemungkinan mengalami insiden kecelakaan berbuntut panjang bisa terjadi.

"Ini adalah lintasan paling berbahaya yang pernah saya temui sebagai pembalap. Kami para pembalap ke sini untuk balapan, namun justru dibuat marah dan kecewa akan kualitas lintasan," terang Bagnaia, dikutip laman Motosan.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved