Breaking News:

Piala Thomas 2020

Trio Tunggal Putra Indonesia Jadikan Laga Kontra Aljazair Sebagai Pemanasan

Tim Bulutangkis Putra Indonesia melibas Aljazair dengan skor 5-0 pada babak penyisihan Grup A perebutan Piala Thomas 2020. 

Alexander NEMENOV / AFP
Jonatan Christie dari Indonesia 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Bulutangkis Putra Indonesia melibas Aljazair dengan skor 5-0 pada babak penyisihan Grup A perebutan Piala Thomas 2020

Bermain di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Sabtu (9/10/2021), tiga pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang diwakili Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, dan Chico Aura Dwi Wardoyo meraih kemenangan meyakinkan. 

Jonatan yang tampil perdana, sukses mengalahkan Youcef Sabri Medel dengan skor 21-8 dan 21-8 dalam waktu 22 menit. 

Bagi Jonatan, laga kontra Youcef merupakan momen beradaptasi dengan kondisi lapangan di Ceres Arena. 

"Bagi saya pertandingan ini juga untuk uji coba lapangan. Juga untuk mencari tahu bagaimana kondisi lapangan, shuttlecock, dan juga arah angin. Shuttlecock di sini juga lebih enak untuk menyerang, dibanding yang dipakai di Finlandia silam," sebut Jojo, usai laga.

Tunggal putra Indonesia lainnya, Shesar Hiren Rhustavito juga mengatasi Mohamed Abderrahime Belarbi pada kompetisi nomor beregu putra tersebut tanpa kendala berarti. 

Vito, panggilan akrab Shesar, menang meyakinkan atas Mohamed dengan skor 21-6 dan 21-11 dalam waktu 22 menit.

"Pertandingan ini saya gunakan untuk ajang pemanasan saja. Di gim pertama memang lebih enak dan bisa unggul jauh. Cuma tadi di gim kedua, saya malah kurang enak mainnya dan banyak memberikan poin buat lawan," sebut Vito.

Chico Aura Dwi Wardoyo memperkokoh kemenangan Indonesia setelah mengalahkan Adel Hamet di sektor tunggal putra. 

Finalis Spain Masters 2021 itu mengalahkan Adel dengan skor meyakinkan, 21-11 dan 21-6. 

Pelatih sektor tunggal putra Indonesia, Hendri Saputra Ho mengatakan, pertandingan melawan pemain-pemain Aljazair yang secara kualitas kemampuannya di bawah tersebut, digunakan untuk penyesuaian lapangan bagi ketiga pemain Indonesia. 

Selain itu juga untuk lebih memantapkan pola permainan anak asuhannya.

"Pertandingan ini juga agar feel pemain bisa didapat. Selebihnya, pemain bisa mencoba lapangan dan shuttlecock. Diharapkan mereka bisa belahar ubtuk menerapkan strategi seperti apa dengan jenis shuttlecock yang dipakai di sini," tutur Hendri. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved