Petinju Hero Tito Meninggal Dunia

Sosok Hero Tito di Mata sang Pelatih: Selevel Daud Yordan dan Petinju Sarat Talenta

Widodo, paman sekaligus pelatih pertama dari mendiang Hero Widodo mememiliki pandangan khusus soal mendiang keponakannya sebagai petinju penuh talenta

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
Dok. Armin Tan
Hero Tito 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar duka meninggalnya petinju asal Malang, Hero Tito membuat banyak orang merasa kehilangan.

Berbagai kenangan kembali menggurat dari sosok petinju asal Pakis, Jawa Timur tersebut.

Satu di antaranya datang dari Hero Tito, Widodo.

Widodo merupakan pelatih pertama sekaligus paman dari mendiang Hero Tito.

Baca juga: Kronologi Hero Tito Meninggal, Sempat Koma karena Pendarahan usai Tanding Lawan James Mokoginta

Baca juga: Ulasan Profil dan Prestasi Hero Tito, Petinju Asal Malang Meninggal setelah Koma

Hero Tito
Hero Tito (Dok. Armin Tan)

Di mata sang paman, Hero merupakan sosok petinju yang penuh semangat.

Bahkan dia menilai Hero memiliki kualitas yang levelnya sama dengan Daud Cino yordan.

“Sebelumnya ya atas nama sendiri. Ia sosok yang semangat, kerja keras dan ini masih bangun rumah. Masih separoh jalan,” terang Widodo, seperti yang dikutip dari laman Surya Malang.

"Hero Tito seorang petinju muda dengan sarat talenta, ternyata ada peristiwa seperti ini. Ya beginilah takdir. Kelasnya sama dengan Daud ‘Cino’ Yordan."

Widodo juga memiliki penilaian berbeda soal sosok Hero dari sudut pandang keluarga.

Menurutnya sang keponakan adalah pribadi yang sangat bertanggung jawab.

Baca juga: BREAKING NEWS Petinju Hero Tito Meninggal Dunia

James Mokoginta sesaat memukul KO Hero Tito, Minggu (27/2/2022)
James Mokoginta sesaat memukul KO Hero Tito, Minggu (27/2/2022) (Dok. Armin Tan)

Tak lupa sang paman memintakan maaf jika Hero memiliki banyak kesalahan.

"Maafkan kalau ada kesalahan selama berkarier. Saya sebagai pelatih yang pertama dan juga pamannya, saya mohon untuk dimaafkan,” pinta Widodo.

Hero Tito alias pemilik nama asli Heru Purwanto sebelumnya dinyatakan meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta.

Rencananya jenazah akan langsung dibawa ke Kabupaten Malang dan dimakamkan di rumah duka pada Jumat (4/3/2022) pagi WIB.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved